Rupiah Melorot, Sri Mulyani Coba Yakinkan Dunia Usaha

Jum'at, 11 Mei 2018 - 18:46 WIB
Rupiah Melorot, Sri...
Rupiah Melorot, Sri Mulyani Coba Yakinkan Dunia Usaha
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati hari ini mengundang lebih dari 40 institusi baik dari dunia usaha maupun dari analis, guna memberikan penjelasan mengenai perkembangan ekonomi terkini. Hal ini menyusul pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan hingga tembus Rp14.080/USD.

(Baca Juga: Pelemahan Rupiah Jauh dari Fundamental, BI Pertimbangkan Naikkan Suku Bunga )

Pertemuan tersebut juga melibatkan otoritas terkait seperti Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Sri Mulyani pun mencoba meyakinkan kepada dunia usaha, bahwa kondisi perekonomian Indonesia hingga saat ini masih stabil.

"Saya undang lebih dari 40 institusi. Tujuannya berikan update perkembangan ekonomi terkini di sektor keuangan, capital market dan surat berharga untuk memberikan keyakinan dan untuk jaga stabilitas dari ekonomi," katanya di Gedung Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (11/5/2018).

Menurutnya, respons yang disampaikan para pengusaha yang hadir dalam pertemuan tersebut pun cukup baik. Para pengusaha sependapat dengan pemerintah bahwa seluruh gejolak yang terjadi saat ini murni berasal dari luar Indonesia. Sementara perekonomian Indonesia sendiri diyakini tidak ada masalah.

"Seluruh gejolak yang terjadi saat ini purely di luar Indonesia. Jadi sebetulnya mengenai ekonomi Indonesia sendiri dan policy di Indonesia sendiri enggak ada yang dijadikan sebagai pemicu dan mereka masih memiliki optimisme terhadap policy pemerintah dan kinerja ekonomi," imbuh dia.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menjabarkan, gejolak yang terjadi dari luar negeri ini dipicu oleh rencana kenaikan tingkat suku bunga acuan Amerika Serikat (Fed Fund Rate). "Maupun ada yang mereka pegang short dalam bentuk dolar dan unwining, yang menyebabkan reposisi atau komposisi dari portfolionya yang kemudian menimbulkan eksposure terhadap indonesia, termasuk aset klas yang dipegang oleh mereka," tuturnya.

Dalam pertemuan tersebut, lanjut wanita yang akrab disapa Ani ini, para pengusaha dan industri juga mempertanyakan koordinasi antara pemerintah dan BI dalam menyikapi kondisi ini, terutama jika gejolak yang terjadi di pasar global terus berjalan. Mereka ingin mengetahui respon BI dalam situasi jangka pendek untuk menyikapi hal ini.

Tak hanya itu, para pengusaha juga menginginkan informasi mengenai outlook harga minyak, subsidi, serta outlook APBN. Ani sendiri memastikan bahwa defisit akan dijaga di level 2,14% meskipun pemerintah tetap akan melakukan kajian terhadap harga minyak dunia terutama kaitannya dengan subsidi dan neraca keuangan PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero).

Sementara itu Gubernur BI Agus Martowardojo menambahkan, dalam pertemuan tersebut terlihat jelas bahwa pengusaha sependapat fundamental ekonomi Indonesia dalam keadaan baik. Hal ini terlihat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal 1/2018 yang tumbuh 5,06% dan tertinggi di pola musiman pertama sejak 2015.

"Kita sama-sama berkesepahaman bahwa yang ada adalah tantangan terutama siklus peningkatan suku bunga AS, meningkatnya harga minyak dunia, dan menguatnya risiko geo politik sebagai akibat dari menguatnya tensi dagang AS-Tiongkok, dan pembatalan kesepakatan nuklir AS-Iran yang membuat dolar menguat terhadap seluruh mata uang dunia," paparnya.

"Jadi ekonomi kita baik, kita punya optimisme Indonesia adalah negara yang akan masuk kondisi normal yang baru. Dan Indonesia adalah negara dengan status investment grade bahkan satu notch di atas investment grade yang terendah," tegas Sri Mulyani.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kurs Rupiah Berpotensi...
Kurs Rupiah Berpotensi Menanjak Saat Pemulihan Ekonomi AS Diragukan
Rupiah Amblas Saat Ekonomi...
Rupiah Amblas Saat Ekonomi Negeri Paman Sam Pulih
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
BI Pangkas Suku Bunga,...
BI Pangkas Suku Bunga, Rupiah Stagnan di Rp15.335 per Dolar AS
Wapres Maruf soal Nilai...
Wapres Ma'ruf soal Nilai Tukar Rupiah terhadap Dollar Melemah: Intervensi Terus Dilakukan
Pelemahan Rupiah Dinilai...
Pelemahan Rupiah Dinilai Bukan Pertanda Krisis, Tapi Restrukturisasi Ekonomi
Berita Terkini
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
14 menit yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
1 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
1 jam yang lalu
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
1 jam yang lalu
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
2 jam yang lalu
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved