Pelemahan Rupiah Jauh dari Fundamental, BI Pertimbangkan Naikkan Suku Bunga

Jum'at, 11 Mei 2018 - 10:21 WIB
Pelemahan Rupiah Jauh...
Pelemahan Rupiah Jauh dari Fundamental, BI Pertimbangkan Naikkan Suku Bunga
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan akan mengambil langkah tegas untuk memastikan terciptanya stabilitas perekonomian, di tengah meningkatnya tantangan global saat ini. Tantangan global terutama siklus peningkatan suku bunga di Amerika Serikat, meningkatnya harga minyak dunia, menguatnya risiko geopolitik akibat meningkatnya sengketa dagang AS-China dan pembatalan kesepakatan nuklir AS-Iran. Ini mengakibatkan menguatnya dolar AS terhadap seluruh mata uang dunia, termasuk rupiah.

Per 9 Mei 2018, selama Mei 2018 (month to date) rupiah melemah 1,2%, bath Thailand -1,76%, dan lira Turki -5,27%. Sementara itu, sepanjang tahun 2018 (year to date) rupiah melemah 3,67%, peso Filipina -4,04%, rupee India -5,6%, real Brazil -7,9%, rubel Rusia -8,84%, dan lira Turki -11,42%.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, melemahnya nilai tukar rupiah dalam beberapa pekan terakhir, sudah tidak lagi sejalan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini. Terkait hal tersebut, dan melihat masih besarnya potensi tantangan dari kondisi global yang dapat berpotensi menganggu kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka menengah panjang, BI akan mengarahkan dan memprioritaskan kebijakan moneter pada terciptanya stabilitas.

"Dengan mempertimbangkan hal tersebut, Bank Indonesia memiliki ruang yang cukup besar untuk menyesuaikan suku bunga kebijakan (7 Days Reverse Repo). Respon kebijakan tersebut akan dijalankan secara konsisten dan pre-emptive untuk memastikan keberlangsungan stabilitas," katanya dalam pernyataan resminya di Jakarta, Jumat (11/5/2018).

Di sisi lain, BI juga akan konsisten mendorong berjalannya mekanisme pasar secara efektif dan efisien, sehingga ketersediaan likuiditas, baik di pasar valuta asing dan pasar uang tetap terjaga dengan baik. Operasi moneter di pasar valuta asing tetap akan dilakukan untuk meminimalkan volatilitas nilai tukar agar keyakinan pelaku ekonomi dapat dipastikan tetap terjaga.

"Operasi moneter di pasar uang akan terus dilakukan untuk memastikan ketersediaan likuiditas rupiah yang memadai dan terjaganya stabilitas suku bunga di pasar uang, dalam koridor yang sejalan dengan stance kebijakan moneter Bank Indonesia," imbuh dia.

Kolaborasi dengan otoritas terkait dan industri keuangan terutama asosiasi, akan semakin diperkuat untuk memperdalam dan mengefisienkan price discovery di pasar valuta asing dan pasar uang, termasuk melalui penambahan variasi instrumen, penguatan infrastruktur pasar keuangan, dan memperkuat kredibilitas suku bunga acuan pasar (market reference rate).

"Koordinasi dengan pemerintah akan semakin diperkuat untuk memastikan terjaganya inflasi sesuai sasaran, memastikan berjalannya reformasi struktural secara efektif untuk memperkuat struktur neraca transaksi berjalan dan neraca modal, serta berbagai kebijakan struktural lainnya untuk meningkatkan daya saing perekonomian," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dilema Bank Indonesia:...
Dilema Bank Indonesia: Menjaga Rupiah demi Menjaga Masa Depan Ekonomi
Ekonom Prediksi BI Tahan...
Ekonom Prediksi BI Tahan Suku Bunga Acuan 6,25%, Ini Pertimbangannya
Bank Indonesia Disarankan...
Bank Indonesia Disarankan Tahan Suku Bunga
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Januari 2026 di Level 4,75 Persen
Demi Rupiah, Bank Indonesia...
Demi Rupiah, Bank Indonesia Diramal Tahan Suku Bunga 4,75%
Tok! BI Turunkan Suku...
Tok! BI Turunkan Suku Bunga Acuan ke Level 5,75 Persen
Berita Terkini
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
5 menit yang lalu
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
20 menit yang lalu
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
32 menit yang lalu
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
55 menit yang lalu
TikTok Dorong Pertumbuhan...
TikTok Dorong Pertumbuhan Industri Kecantikan Malalui ForYouBeauty 2026
1 jam yang lalu
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Jalur Merak-Bakauheni
1 jam yang lalu
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved