Tekan Harga Pupuk, Menteri Rini Ganti Gas dengan Batu Bara

Jum'at, 11 Mei 2018 - 21:41 WIB
Tekan Harga Pupuk, Menteri...
Tekan Harga Pupuk, Menteri Rini Ganti Gas dengan Batu Bara
A A A
PALEMBANG - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan, bakal mengganti penggunaan gas dalam memproduksi pupuk dengan batu bara. Hal tersebut dalam upaya demi menekan harga pupuk, mengingat batu bara lebih murah dibanding gas.

Apalagi, penggunaan selama ini masih menjadi bahan baku utama dalam pembuatan pupuk. "Jadi berikutnya gastifikasi menggunakan batu bara agar lebih menekan biaya pupuk dan harganya akan lebih murah," ujar Menteri Rini di Palembang, Jumat (11/5/2018).

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Aas Asikin Idat menerangkan, alasan membangun pabrik NPK dengan total kapasitas sebesar 2,4 juta ton karena pasarnya yang masih sangat besar. Saat ini kebutuhan NPK domestik diperkirakan sekitar 9,2 juta ton, sedangkan kapasitas produksi Pupuk Indonesia baru sekitar 3,3 juta ton.

Sedangkan swasta lainnya baru sekitar 3 juta ton. “Masih terbuka peluang pasar bagi Pupuk Indonesia baik untuk sektor pertanian maupun perkebunan,” sambung Aas menerangkan.

Ia menambahkan terlebih lagi, harga gas di Indonesia yang lebih tinggi dibandingkan negara produsen pupuk lainnya membuat komoditi urea dan amoniak Indonesia berkurang daya saingnya di pasar Internasional. Untuk itu, PT Pupuk Indonesia berupaya meningkatkan diversifikasi produk yang bisa lebih bersaing, berkualitas baik dan tingkat ketergantungan terhadap gas tidak terlalu tinggi.

“Penggunaan pupuk NPK yang menyeluruh, dapat meningkatkan produksi pertanian dan perkebunan nasional, sehingga dapat menjaga ketahanan pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan petani. Sebab para petani dapat memperoleh pendapatan yang lebih baik dari hasil panen yang lebih banyak,” tegasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ratusan Pensiunan Pegawai...
Ratusan Pensiunan Pegawai Pupuk Kaltim Geruduk Kementerian BUMN
Kementerian BUMN Dorong...
Kementerian BUMN Dorong Program Makmur Terapkan Teknologi Presisi
Wamen BUMN Dorong Upaya...
Wamen BUMN Dorong Upaya Penambahan Produksi Pupuk Nasional
Wamen BUMN I Pastikan...
Wamen BUMN I Pastikan Ketersediaan Pupuk untuk Petani
Pupuk Indonesia Terus...
Pupuk Indonesia Terus Berkomitmen Menurunkan Emisi Karbon
Lampaui Target, Pupuk...
Lampaui Target, Pupuk Indonesia Catat Volume Penjualan 14,17 Juta Ton
Berita Terkini
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
32 menit yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
56 menit yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
1 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
1 jam yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
10 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
11 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved