REI DKI Gandeng UI Selenggarakan Real Estate Executive Program

Senin, 14 Mei 2018 - 20:31 WIB
REI DKI Gandeng UI Selenggarakan...
REI DKI Gandeng UI Selenggarakan Real Estate Executive Program
A A A
JAKARTA - DPD REI DKI Jakarta bekerja sama dengan Fakultas Teknik Universitas Indonesia menyelenggarakan Real Estate Executive Program. Bertujuan mencetak pengusaha muda yang memiliki kompetensi mumpuni di bidang real estat dari hulu sampai hilir, serta memiliki kemampuan yang tajam membaca peluang investasi properti di Indonesia.

"Real Estate Executive program ini memadukan konsep-konsep manajemen modern dengan pengalaman nyata bisnis real estat dari para pakar. Program ini layak diikuti para profesional muda yang ingin meningkatkan kompetensinya sekaligus menjalin network bisnis real estat," ungkap Ketua DPD REI DKI Jakarta Amran Nukman dalam rilisnya, Senin (14/5/2018).

Melalui institusi pendidikan, REI DKI Jakarta ingin mendukung dan mendorong lahirnya sumber daya manusia sebagai pelaku bisnis di industri real estat. Dan berbeda dengan program sejenisnya, Real Estate Executive Program, kata Amran, lebih mengedepankan bagaimana cara seseorang mencapai sukses, khususnya bagi calon pengembang ataupun pengembang pemula.

"Kurikulum yang diangkat pun lebih up to date sesuai kebutuhan industri real estat. Selain itu, tenaga pengajarnya merupakan senior-senior REI sekaligus praktisi properti yang terbukti sukses dalam menjalanakan bisnis real estat selama puluhan tahun," jelasnya.

Beberapa di antaranya: Ketua Umum DPP REI Soelaiman Soemawinata; Presiden Direktur Eureka Group Lukman Purnomosidi; Ketua DPD REI DKI Jakarta Amran Nukman; Direktur Metropolitan Land Tbk Wahyu Sulistio; Direktur Ciputra Group Meiko Handoyo.

Sedangkan dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia, pengajarnya antara lain: Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia Hendri Budiono; Prof. Yandi Andri Yatmo, Prof Emirhadi Suganda, serta beberapa pengajar FT-UI lainnya.

Dalam setiap sesi materi yang diajarkan, mahasiswa “Real Estate Executive Program” langsung diajarkan hal-hal yang bersifat teoritis maupun sharing pengalaman lapangan dengan tenaga pengajar. Beberapa materi yang diajarkan diantaranya soal mindset dan platform bisnis properti, perencanaan bisnis, pembebasan lahan, lingkungan, permodalan, hukum (legal) dan lain-lain.

Lukman Purnomosidi menjelaskan, beberapa tantangan sekaligus peluang yang terbuka lebar di sektor perumahan. Di antaranya, tantangan terkait dampak penurunan nilai tukar rupiah terhadap bisnis properti di Tanah Air, cara jitu dalam bertindak, mengubah tantangan menjadi sebuah peluang.

Pelaku usaha dalam negeri saat ini, katanya, cukup was-was karena sinyal yang telah dikirim BI bahwa salah satu cara untuk menyelamatkan rupiah ialah mereka bakal menaikkan suku bunga acuan BI 7 days repo rate. Meski masih menjadi pilihan keputusan yang dilematis bagi BI, rezim bunga rendah, mau tak mau, tampaknya bakal segera berakhir.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Penjualan Properti Menurun,...
Penjualan Properti Menurun, Tapi Rumah di Bawah Rp1,5 M Masih Laku Keras
Waketum REI Ikang Fawzi:...
Waketum REI Ikang Fawzi: Era Covid-19 Bikin Konsumen Lebih Cerdas Belanjakan Uang
Kelas Menengah Milenial...
Kelas Menengah Milenial Dominasi Pembelian Properti Residensial
Ketua REI Jabar 2024-2027...
Ketua REI Jabar 2024-2027 Menyadari Tantangan Sektor Real Estate Makin Berat
Respons Hasil Hitung...
Respons Hasil Hitung Cepat Pemilu, Pengusaha Properti: Kepastian Berusaha Bisa Segera Dihitung
Membangun Standar Baru...
Membangun Standar Baru Industri Properti lewat Indonesia Real Estate Awards 2026
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
6 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
6 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
7 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
7 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
8 jam yang lalu
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved