Pelemahan Rupiah Tak Mampu Genjot Ekspor Indonesia

Selasa, 15 Mei 2018 - 16:30 WIB
Pelemahan Rupiah Tak...
Pelemahan Rupiah Tak Mampu Genjot Ekspor Indonesia
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) belum mampu menggenjot ekspor Indonesia. Hal ini terbukti dengan realisasi ekspor Indonesia pada April 2018 yang mengalami penurunan sebesar 7,19% menjadi sekitar USD14,47 miliar.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, pelemahan rupiah sejatinya harus bisa membuat ekspor Indonesia lebih kompetitif. Sayangnya, struktur ekspor Indonesia yang masih berbasis komoditas membuat pelemahan mata uang Garuda tak memberikan efek berarti terhadap peningkatan ekspor.

"Harusnya pelemahan rupiah itu ekspor harusnya lebih kompetitif. Ini kesempatan bagus untuk ekspor. Tapi struktur ekspor kita masih berbasis komoditas. Sehingga ekspor kita harus dibenahi," katanya di Gedung BPS, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Menurutnya, pemerintah harus segera melakukan diversifikasi produk yang diekspor. Sebab, ekspor yang berbasis komoditas lebih dipengaruhi oleh permintaan pasar dan nilai.

"Jadi harus diperbaiki struktur ekspornya. Harus diversifikasi produk dan pasar. Pelemaha rupiah itu (seharusnya) memberikan ekspor kita naik iya, tapi bagaimana menggunakannya," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, BPS mencatat realisasi ekspor Indonesia pada periode April 2018 yang mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya. Pada April 2018, realisasi ekspor mencapai USD14,47 miliar atau turun 7,19% dibanding Maret 2018 yang sebesar USD15,59 miliar.

Suhariyanto mengatakan, meskipun terjadi penurunan jika dibanding Maret 2018, namun realisasi ekspor pada periode ini masih mengalami peningkatan sebesar 9,01% dibanding April 2017.

"Nilai ekspor April 2018 sebesar USD14,47 miliar. Kalau dibanding dengan posisi Maret 2018, berarti terjadi penurunan nilai ekspor sebesar 7,19% tetapi dibanding April 2017 yoy berarti masih meningkat 9,01%," katanya.

Menurutnya, penurunan nilai ekspor ini terjadi karena ada penurunan ekspor baik migas maupun nonmigas. Untuk ekspor migas, pada April 2018 nilainya hanya sekitar USD1,19 miliar atau menurun 11,32% dibanding Maret 2018.

"Nilai ekspor gasnya masih meningkat, tapi nilai hasil minyak mentahnya mengalami penurunan. Jadi penurunan ekspor nonmigas lebih disebabkan karena hasil minyak dan minyak mentah, sementara ekspor gasnya mengalamai kenaikan 4,36%," imbuh dia.=
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Balik Arah, Rupiah Menguat...
Balik Arah, Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.251 Sore Ini
Rupiah Tertekan Meski...
Rupiah Tertekan Meski Indeks Dolar AS Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah...
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp15.036
Rupiah Punya Peluang...
Rupiah Punya Peluang Saat Penguatan Dollar AS Tertahan di Tengah Sikap Wait and See
Rupiah Tengah Pekan...
Rupiah Tengah Pekan Dibuka Loyo ke Rp14.853/USD Iringi Kejatuhan Pounds
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
24 menit yang lalu
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
42 menit yang lalu
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
1 jam yang lalu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
1 jam yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
2 jam yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved