Neraca Perdagangan RI Defisit, Ini Kata Bank Indonesia

Rabu, 16 Mei 2018 - 15:22 WIB
Neraca Perdagangan RI...
Neraca Perdagangan RI Defisit, Ini Kata Bank Indonesia
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memandang defisit neraca perdagangan April 2018 sebesar USD1,63 miliar tidak terlepas dari peningkatan kegiatan produksi dan investasi, sejalan dengan membaiknya prospek perekonomian domestik. Ke depan, Bank Indonesia meyakini kinerja neraca perdagangan akan membaik seiring berlanjutnya pemulihan ekonomi dunia dan harga komoditas global yang tetap tinggi.

"Prakiraan ini pada gilirannya akan mendukung prospek pertumbuhan ekonomi dan ketahanan neraca transaksi berjalan," ujar Direktur Eksekutif Bank Indonesia Agusman dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (16/5/2018).

(Baca Juga: Neraca Perdagangan RI Kembali Defisit di April 2018 )

Seperti diketahui, Neraca perdagangan nonmigas pada April 2018 mencatat defisit USD0,50 miliar dipengaruhi kenaikan impor nonmigas di tengah perlambatan ekspor nonmigas. Impor nonmigas tercatat USD13,77 miliar atau meningkat USD1,55 miliar dibandingkan dengan impor bulan Maret 2018.

Terutama didorong kenaikan impor barang modal dan bahan baku termasuk mesin dan peralatan listrik, besi dan baja, serealia, ampas/sisa industri makanan, serta kapal terbang dan bagiannya. "Peningkatan impor tersebut tidak terlepas dari kegiatan produksi dan investasi yang terus meningkat sejalan dengan berlanjutnya perbaikan ekonomi domestik," paparnya

Sementara itu, ekspor nonmigas tercatat USD13,28 miliar, turun USD0,97 miliar dari capaian bulan Maret 2018 terutama karena turunnya ekspor bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewani/nabati, perhiasan/permata, bijih, kerak, dan abu logam, serta besi dan baja. Secara kumulatif Januari-April 2018, neraca perdagangan nonmigas masih mencatat surplus yakni USD2,50 miliar.

Neraca perdagangan migas mencatat peningkatan defisit dipengaruhi menurunnya ekspor migas, di tengah meningkatnya impor migas. Defisit neraca perdagangan migas April 2018 tercatat USD1,13 miliar, naik dari USD0,90 miliar pada Maret 2017.

Perkembangan ini dipengaruhi oleh ekspor migas yang turun USD0,15 miliar (mtm), terutama ekspor minyak mentah. Sementara itu, impor migas naik sebesar USD0,08 miliar (mtm), terutama bersumber dari impor hasil minyak dan gas. Secara kumulatif, neraca perdagangan migas mengalami defisit USD3,81 miliar, lebih tinggi dari defisit pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai USD3,19 miliar.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bagaimana BI Memandang...
Bagaimana BI Memandang Surplus Neraca Perdagangan Beruntun
Neraca Dagang Surplus,...
Neraca Dagang Surplus, BI : Perkuat Ketahanan Eksternal
BI: Neraca Dagang Surplus...
BI: Neraca Dagang Surplus Bikin Ketahanan Ekonomi Positif
Neraca Perdagangan Surplus...
Neraca Perdagangan Surplus USD3,94 Miliar, Begini Respons BI
Cara BI Memandang Tren...
Cara BI Memandang Tren Surplus Neraca Perdagangan
Neraca Perdagangan Indonesia...
Neraca Perdagangan Indonesia pada Januari 2025 Catat Surplus USD 3,45 Miliar
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
46 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
11 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved