Mudik Lewat Jalan Tol, Perbanyak Istirahat dan Jangan Ngebut
Sabtu, 19 Mei 2018 - 00:39 WIB
Mudik Lewat Jalan Tol, Perbanyak Istirahat dan Jangan Ngebut
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengimbau para pemudik yang melewati jalan tol supaya perbanyak istirahat dan jangan ngebut selama perjalanan.
Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, pemudik jangan sampai larut dengan euforia dibukanya jalur tol Jakarta-Surabaya dengan jarak yang cukup panjang.
"Hati-hati, pertama jangan euforia melaju dengan kecepatan tinggi. Ini hal baru sampai Surabaya dan istirahat setiap dua jam, maksimum empat jam dan perlu kewaspadaan tinggi," ujarnya di Jakarta, Jumat (18/5/2018).
Selain itu, dia menyampaikan, kendaraan juga harus diperiksa secara teliti sebelum digunakan untuk mudik agar tidak mogok di tengah jalan tol yang berakibat mengganggu kelancaran lalu lintas.
"Periksa kondisi kendaraan dengan baik, jangan sampai mogok di (tol) fungsional karena hanya satu arah dua jalur. Ganggu traffic, kita seret pakai mobil derek," katanya.
Sementara, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Hery TZ menambahkan, dari sisi waktu mudik dan balik sekarang, relatif menyebar karena libur yang lebih panjang.
Puncak mudik diperkirakan pada 8 Juni, kemudian balik pada 20 Juni dan 24 Juni. Pihaknya, kata Hery mempersiapkan empat antisipasi libur Lebaran 2018.
Pertama antisipasi kemacetan, lokasi konstruksi berhenti seluruh aktivitasnya. Kedua, jalur fungsional 2018 pada tahun ini diharapkan jalan tol bisa fungsional bisa dipakai terus beberapa titik.
"Ketiga, pantauan arus lalu lintas memakai RTMS dan CCTV. Keempat, meningkatkan layanan transaksi secara optimal dengan 100% sudah nontunai," pungkasnya.
Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, pemudik jangan sampai larut dengan euforia dibukanya jalur tol Jakarta-Surabaya dengan jarak yang cukup panjang.
"Hati-hati, pertama jangan euforia melaju dengan kecepatan tinggi. Ini hal baru sampai Surabaya dan istirahat setiap dua jam, maksimum empat jam dan perlu kewaspadaan tinggi," ujarnya di Jakarta, Jumat (18/5/2018).
Selain itu, dia menyampaikan, kendaraan juga harus diperiksa secara teliti sebelum digunakan untuk mudik agar tidak mogok di tengah jalan tol yang berakibat mengganggu kelancaran lalu lintas.
"Periksa kondisi kendaraan dengan baik, jangan sampai mogok di (tol) fungsional karena hanya satu arah dua jalur. Ganggu traffic, kita seret pakai mobil derek," katanya.
Sementara, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Hery TZ menambahkan, dari sisi waktu mudik dan balik sekarang, relatif menyebar karena libur yang lebih panjang.
Puncak mudik diperkirakan pada 8 Juni, kemudian balik pada 20 Juni dan 24 Juni. Pihaknya, kata Hery mempersiapkan empat antisipasi libur Lebaran 2018.
Pertama antisipasi kemacetan, lokasi konstruksi berhenti seluruh aktivitasnya. Kedua, jalur fungsional 2018 pada tahun ini diharapkan jalan tol bisa fungsional bisa dipakai terus beberapa titik.
"Ketiga, pantauan arus lalu lintas memakai RTMS dan CCTV. Keempat, meningkatkan layanan transaksi secara optimal dengan 100% sudah nontunai," pungkasnya.
(ven)
Lihat Juga :