Kemenperin Kickoff Program Santriprenuer 2018

Selasa, 22 Mei 2018 - 09:55 WIB
Kemenperin Kickoff Program...
Kemenperin Kickoff Program Santriprenuer 2018
A A A
SOLO - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) gencar menjalankan program penumbuhan kewirausahaan industri baru di lingkungan pondok pesantren (ponpes) melalui Program Santripreneur. Ponpes dinilai berpotensi besar menciptakan wirausaha baru dan menumbuhkan sektor industri kecil dan menengah (IKM).

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan, ponpes memiliki peran penting dalam perekonomian nasional di masa mendatang. Itu ditinjau dari jumlah ponpes maupun jumlah santri yang mayoritas adalah generasi muda berpendidikan, memiliki integritas dan mental yang tangguh.

"Ponpes berperan strategis dalam mendukung pertumbuhan industri di Indonesia, utamanya dalam implementasi industri 4.0. Ponpes juga memiliki peran sebagai agen pembangunan yang sangat penting dan strategis dalam pengembangan sumber daya masyarakat di pedesaan serta berkontribusi terhadap pembangunan bangsa dan perekonomian nasional," ungkap Airlangga saat peluncuran Program Penumbuhan Wirausaha Baru di Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Solo, Senin (21/5/2018).

Airlangga menambahkan, Indonesia akan memasuki periode bonus demografi pada tahun 2030. Artinya jumlah angkatan kerja produktif yang berusia antara 15-64 tahun mencapai 70% dari total angkatan kerja. Kondisi itu diyakininya dapat memacu kinerja ekonomi nasional tumbuh maksimal.

"Dengan bonus demografi, pemerintah memiliki target Indonesia akan menjadi 10 besar ekonomi di tahun 2030," urainya.

Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih menambahkan, sudah saatnya ponpes memperkaya perannya, yakni sebagai pusat inkubasi dakwah berbasis kewirausahaan. "Pesantren diharapkan mampu mencetak entrepreneur berbakat yang tidak hanya bisa berdakwah kepada umat, namun juga menyejahterakan umat dalam menciptakan banyak lapangan pekerjaan," ujar Gati.

Sebagai pilot project yang dimulai tahun 2017, Program Santriprenuer telah dilaksanakan di Provinsi Jawa Timur, yakni di Ponpes Sunan Drajat Kabupaten Lamongan, dan Ponpes Lirboyo Kediri.

Seiring pelaksanaan Program Santripreneur, Kemenperin memiliki dua model penumbuhan wirausaha industri baru dan pengembangan unit industri di ponpes, yaitu model Santri Berindustri dan Santri Berkreasi.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menperin Turun Langsung...
Menperin Turun Langsung Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pabrik Makanan Ini
Inovatif dalam Teknologi,...
Inovatif dalam Teknologi, 11 Perusahaan Raih Penghargaan Rintek
Gelar Inovasi Produk...
Gelar Inovasi Produk dan Kompetisi Barista: Kemenperin Perkenalkan Susu Kacang Mede Lokal Pertama di Indonesia
Kemenperin Buka 971...
Kemenperin Buka 971 Formasi CPNS, Dari Tenaga Teknis hingga Kesehatan
Harga Gas Diusulkan...
Harga Gas Diusulkan Naik di Atas USD6 per MMBTU
KPK Bekali Pemahaman...
KPK Bekali Pemahaman Antikorupsi Pejabat Tinggi Kementerian Perindustrian
Berita Terkini
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
31 menit yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
1 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
1 jam yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
3 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
4 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
4 jam yang lalu
Infografis
5 Negara yang Menerapkan...
5 Negara yang Menerapkan Program Mirip dengan Tapera
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved