Harga Minyak Jatuh Karena Rusia, AS dan Saudi Genjot Produksi

Senin, 28 Mei 2018 - 11:59 WIB
Harga Minyak Jatuh Karena...
Harga Minyak Jatuh Karena Rusia, AS dan Saudi Genjot Produksi
A A A
SINGAPURA - Harga minyak mentah dunia turun pada perdagangan Senin (28/5/2018), setelah tiga negara produsen minyak teratas: Rusia, Amerika Serikat, dan Arab Saudi memberi sinyal untuk menggenjot produksi. Hal ini demi memenuhi kekhawatiran tentang kekurangan pasokan di saat permintaan terus menguat.

Melansir Reuters, harga minyak mentah Brent International turun 42 sen atau 0,55% menjadi USD76,02 per barel pada pukul 00:16 GMT. Harga minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) turun 52 sen alias 0,8% menjadi USD67,36 per barel.

Kondisi ini membuat Brent dan WTI masing-masing turun 5,5% dan 7,5% dari level puncak yang dicapai di awal Mei ini.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen utama non-OPEC Rusia, mulai memangkas pasokan pada 2017 untuk menyeimbangkan pasar dan menaikkan harga, yang pada 2016 lalu jatuh hingga USD30 per barel. Level terburuk sejak 10 tahun.

Seiring dengan pemangkasan produksi, harga mulai melambung. Dan Brent menembus level USD80 per barel pada awal Mei, memicu kekhawatiran dari konsumen bahwa harga tinggi akan menghambat pertumbuhan ekonomi dan memicu inflasi.

Untuk mengatasi kekurangan pasokan, Arab Saudi, eksportir utama dan pemimpin de-facto OPEC, serta produsen utama Rusia mengatakan pada hari Jumat lalu, mereka sedang membahas peningkatan produksi minyak sekitar 1 juta barel per hari.

"Harga minyak mentah jatuh setelah laporan bahwa Arab Saudi dan Rusia telah sepakat meningkatkan produksi minyak mentah pada semester kedua tahun ini, untuk menebus kerugian di tempat lain di bawah perjanjian pemotongan produksi," kata ANZ Bank.

Hal ini ditambah melonjaknya produksi minyak mentah AS, dimana mereka terus memperluas pencarian akan ladang minyak baru untuk dieksploitasi. Perusahaan energi AS menambahkan 15 rig mencari minyak baru dalam pekan yang berakhir 25 Mei, sehingga totalnya 859 rig, level tertinggi sejak 2015. Sebuah kode keras bahwa produksi minyak mentah AS akan terus meningkat.

Produksi minyak mentah AS telah melonjak lebih dari 27% dalam dua tahun terakhir, menjadi 10,73 juta barel per hari (bph), sehingga produksinya semakin mendekati Rusia, yang memompa sekitar 11 juta bph.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Minyak Dunia Jatuh...
Harga Minyak Dunia Jatuh Terbebani Peningkatan Stok AS
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Menanjak di Tengah Pelonggaran Lockdown
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Bergelombang Pasca Libur Buruh
Harga Minyak Dunia Ambruk...
Harga Minyak Dunia Ambruk Saat Gelombang Kasus Baru Covid-19 Terus Bermunculan
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Loyo, Tapi Masih di Atas Level USD100 per Barel
Harga Minyak Naik Akibat...
Harga Minyak Naik Akibat Turunnya Persediaan Minyak Mentah AS
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
7 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
7 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
8 jam yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
8 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
9 jam yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
9 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved