Sri Mulyani Pantau Kondisi Keuangan BUMN Karya dan Sektor Energi

Senin, 28 Mei 2018 - 13:43 WIB
Sri Mulyani Pantau Kondisi...
Sri Mulyani Pantau Kondisi Keuangan BUMN Karya dan Sektor Energi
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno terus memantau dan menjaga kondisi kesehatan keuangan perusahaan pelat merah. Khususnya, perusahaan negara yang mendapatkan banyak penugasan dari pemerintah seperti BUMN di sektor energi dan BUMN karya.

"Pemerintah memberikan perhatian terhadap kondisi BUMN seperti Pertamina dan PLN yang mendapatkan penugasan penyediaan energi, pembangunan kilang, pembangkit listrik dan penyaluran energi bersubsidi agar disatu sisi tetap bisa jalankan penugasan pemerintah. Namun di sisi lain tetap memiliki neraca keuangan dan tata kelola yang makin baik dan sehat,"

Sambung dia menerangkan, pemerintah juga akan memperhatikan kondisi keuangan BUMN karya yang banyak tugas pembangunan infrastruktur. Ini salah satu yang terus dilakukan melalui pemantauan neraca BUMN dan menjaga agar tidak mendapatkan masalah baik dari sisi cashflow atau profitabiltas.

Sri Mulyani mengatakan, kesehatan keuangan dan tata kelola dari perusahaan-perusahaan tersebut harus dijaga, baik dari sisi manajemen maupun transparansinya. Hal ini agar perusahaan-perusahaan milik negara tersebut dapat menjalankan peran dan fungsinya sebagai penggerak ekonomi di Tanah Air, apalagi di tengah gejolak perekonomian global yang terjadi saat ini.

"Dengan demikian BUMN akan jadi sumber konfiden dan bukan spekulasi. BUMN terus menjalankan peran sebagai penggerak ekonomi dan kadang mendapat penugasan dari pemerintah untuk berbagai kebijakna. Karena tugas yang penting ini, maka corporate governance akan terus diperkuat dengan menekankan prinsip kehati-hatian," imbuh dia.

Dalam menjalankan misi pembangunan, sambung mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, BUMN diminta untuk mengoptimalkan pembiayaan dari ekuitas. Dengan begitu, kondisi utangnya tetap dalam batas yang aman dan tidak menimbulkan persepsi negatif.

"BUMN akan menggunakan alternatif financing, seperti sekuratisasi, issuing komodo bond dan melakukan kerja sama dengan investor strategis dalam meningkatkan sinergi antara BUMN atau dengan swasta," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Selamatkan Keuangan...
Selamatkan Keuangan BUMN Karya lewat PMO, Ini Harapan Hutama Karya
Disuntik Rp37,38 Triliun,...
Disuntik Rp37,38 Triliun, Kinerja BUMN Harus Moncer
Stafsus Erick Thohir...
Stafsus Erick Thohir Klaim Keuangan Hutama Karya Makin Membaik
Kementerian BUMN Tanggapi...
Kementerian BUMN Tanggapi Rumor Waskita Karya Akan Dibubarkan
Menkeu Gelontorkan Dana...
Menkeu Gelontorkan Dana Rp52,57 Triliun untuk 12 BUMN
Tanggapi Dahlan Iskan,...
Tanggapi Dahlan Iskan, Bos HK Beberkan Penyebab Kinerja BUMN Karya Berdarah-darah
Berita Terkini
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
8 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
9 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
10 jam yang lalu
Infografis
Bocoran 4 Calon Menkeu...
Bocoran 4 Calon Menkeu Pilihan Prabowo untuk Gantikan Sri Mulyani
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved