Disuntik Rp37,38 Triliun, Kinerja BUMN Harus Moncer
Rabu, 18 November 2020 - 07:14 WIB
loading...
Pemerintah menyuntikan penyertaan modal negara (PMN) kepada delapan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) senilai Rp37,38 triliun di 2021. Foto/dok
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah menyuntikan penyertaan modal negara (PMN) kepada delapan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) senilai Rp37,38 triliun di 2021. Anggaran tersebut diambil dari total pembiayaan investasi di tahun depan yang mencapai Rp169,05 triliun.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan suntikan modal ini diharapkan dapat mendorong pemulihan ekonomi nasional. “Kalau kita lihat dari sisi pembiayaan yang disalurkan dalam bentuk PMN di BUMN itu sebesar Rp37,38 triliun. Turun dari Rp51,13 triliun di 2020,” kata Menkeu Sri Mulyani di Gedung DPR RI, Jakarta, kemarin. (Baca: Niatkan Aktivitas Sehari-hari Bernilai Pahala)
Menurut Menkeu dana PMN tersebut akan disalurkan kepada delapan perusahaan pelat merah. Kedelapan BUMN tersebut yakni PT SMF (Persero) sebesar Rp2,25 triliun, yang akan digunakan untuk penyediaan dana murah jangka panjang kepada penyalur Kredit Kepemilikan Rumah-Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP).
Kemudian, PT Hutama Karya (Persero) atau HK diberikan Rp6,2 triliun. Anggaran itu akan dialokasikan untuk kelanjutan pembangunan infrastruktur Jalan Tol Sumatera (JTS) sebanyak tiga ruas tol. “Ini dikaitkan terutama peranan HK melaksanakan program pembangunan di Sumatera untuk highway dari utara ke selatan,” jelas dia.
Selanjutnya, PT PLN (Persero) akan mendapatkan suntikan Rp5 triliun. Di mana anggaran tersebut digunakan untuk infrastruktur ketenagalistrikan meliputi transmisi gardu induk dan distribusi listrik perdesaan.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan suntikan modal ini diharapkan dapat mendorong pemulihan ekonomi nasional. “Kalau kita lihat dari sisi pembiayaan yang disalurkan dalam bentuk PMN di BUMN itu sebesar Rp37,38 triliun. Turun dari Rp51,13 triliun di 2020,” kata Menkeu Sri Mulyani di Gedung DPR RI, Jakarta, kemarin. (Baca: Niatkan Aktivitas Sehari-hari Bernilai Pahala)
Menurut Menkeu dana PMN tersebut akan disalurkan kepada delapan perusahaan pelat merah. Kedelapan BUMN tersebut yakni PT SMF (Persero) sebesar Rp2,25 triliun, yang akan digunakan untuk penyediaan dana murah jangka panjang kepada penyalur Kredit Kepemilikan Rumah-Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP).
Kemudian, PT Hutama Karya (Persero) atau HK diberikan Rp6,2 triliun. Anggaran itu akan dialokasikan untuk kelanjutan pembangunan infrastruktur Jalan Tol Sumatera (JTS) sebanyak tiga ruas tol. “Ini dikaitkan terutama peranan HK melaksanakan program pembangunan di Sumatera untuk highway dari utara ke selatan,” jelas dia.
Selanjutnya, PT PLN (Persero) akan mendapatkan suntikan Rp5 triliun. Di mana anggaran tersebut digunakan untuk infrastruktur ketenagalistrikan meliputi transmisi gardu induk dan distribusi listrik perdesaan.
Lihat Juga :