Dow Jones Tenggelam 391 Poin Karena Kejatuhan Saham Perbankan

Rabu, 30 Mei 2018 - 09:04 WIB
Dow Jones Tenggelam...
Dow Jones Tenggelam 391 Poin Karena Kejatuhan Saham Perbankan
A A A
NEW YORK - Pasar saham Amerika Serikat alias Wall Street ditutup tenggelam pada Selasa waktu setempat, karena investor mencermati gejolak politik di Italia yang bisa berdampak buruk terhadap zona Eropa. Selain itu, pembicaraan perdagangan dengan China masih alot ditambah saham-saham perbankan mengalami penurunan.

Melansir dari CNBC, Rabu (30/5/2018), indeks Dow Jones Industrial Average turun 391,64 poin atau 1,58% berakhir pada level 24.361,45, karena kerugian saham perbankan seperti JP Morgan Chase dan Goldman Sachs, serta pabrikan pesawat Boeing.

Indeks S&P 500 jatuh 1,16% ditutup menjadi 2.689,86, dan indeks Nasdaq turun 0,5% menjadi ke level 7.396,59. Kerugian pada Dow Jones dan S&P 500 pada hari ini, menandai angka negatif beruntun selama tiga hari. Kedua indeks ini mengalami hari-hari terburuk mereka secara persentase sejak 24 April 2018.

Kekhawatiran tentang kondisi politik di Italia membuat bursa saham Eropa dan mata uang euro melemah. Hal ini telah memberi kekhawatiran terhadap kredit global.

Kekhawatiran tentang kredit global dan belum adanya kepastian kenaikan suku bunga telah membebani saham keuangan AS. Membuat saham-saham perbankan besar mereka jatuh, seperti Goldman Sachs, JP Morgan, Citigroup, Morgan Stanley dan Bank of America semuanya kehilangan lebih dari 3%.

Investor perbankan menilai, penurunan kredit global dapat menyebabkan kerusakan agunan bagi pemegang obligasi internasional. "Gejolak politik yang meluas di sejumlah negara anggota (Euro) ditambah hilangnya momentum ekonomi di kawasan tersebut, telah membuat ketidakpastian di kalangan investor," ujar Kepala Ekonom di Stifel Nicolaus, Lindsey Piegza.

Politik di Italia kembali bergejolak setelah Presiden Italia menunjuk mantan pejabat Dana Moneter Internasional (IMF) Carlo Cottarelli sebagai perdana menteri sementara untuk membentuk kabinet baru. Ekonomi terbesar ketiga di zona euro ini sedang dikacaukan oleh kelompok liberal yang tidak menginginkan kemenangan kelompok sayap kanan.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
21 menit yang lalu
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
1 jam yang lalu
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
4 jam yang lalu
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
4 jam yang lalu
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
5 jam yang lalu
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
15 jam yang lalu
Infografis
9 Negara yang Pernah...
9 Negara yang Pernah Bangkrut karena Utang Menggila
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved