Santripreneur Dongkrak Nilai Jual dan Produksi Kopi

Kamis, 31 Mei 2018 - 16:18 WIB
Santripreneur Dongkrak...
Santripreneur Dongkrak Nilai Jual dan Produksi Kopi
A A A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menjalankan program Santripreneur melalui pelatihan pengembangan unit usaha kopi olahan di Pondok Pesantren Al Ittifaq Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Maret 2018. Dalam jangka waktu sebulan dari pelatihan tersebut, Koperasi Ponpes Al Ittifaq berhasil meningkatkan nilai jual produk kopinya.

“Sebelumnya Koperasi Ponpes Al Ittifaq hanya menjual kopi dalam bentuk ceri (buah) senilai Rp6.000 per kilogram (kg). Namun, setelah diberikan pembinaan dan fasilitasi mesin peralatan, saat ini mampu memproduksi kopi roasting dengan harga Rp250 ribu per kg,” kata Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin, Gati Wibawaningsih di Jakarta, Kamis (31/5/2018).

Menurut Gati, Ponpes Al Ittifaq Kabupaten Bandung memiliki potensi besar dalam pengembangan IKM kopi olahan. Ponpes tersebut memiliki kebun kopi seluas 30 hektare dan didukung dengan 130 hektare yang dimiliki alumni ponpes. “Setiap minggunya, kebun kopi mereka mampu menghasilkan 60 kg kopi dalam bentuk mentah,” ujarnya.

Saat ini, Koperasi Ponpes Al Ittifaq telah berhasil mengolah kopi mentah menjadi roast bean lebih dari 2kg per hari. Dalam satu bulan, kopi roast bean yang dihasilkan mencapai 60 kg yang dikerjakan oleh lima orang santri.

"Jadi, ada peningkatan nilai tambah produk,Diprediksi pada bulan Juni dan Juli 2018, akan memasuki masa panen dan dapat menghasilkan jumlah kopi yang lebih banyak," katanya.

Mengenai strategi penjualan, Gati mengungkapkan, santri sering menawarkan kepada para tamu atau pengunjung ponpes yang setiap harinya bisa mencapai 100 orang. Selain itu dipromosikan melalui sosial media dan marketplace.

“Mereka sudah memanfaatkan pasar online, dan sekarang sedang diurus izin edar makanan dari BPOM agar usahanya punya sertifikat dan pemasaran produknya bisa lebih luas lagi,” tuturnya.

Gati juga menyampaikan, pihaknya bakal memfasilitasi Koperasi Ponpes Al Ittifaq agar berpartisipasi melalui program e-Smart IKM. Hal ini sebagai salah satu langkah strategis untuk menuju implementasi revolusi industri 4.0 sekaligus memperluas pasar ekspor.

“Dalam mendukung industri 4.0, ponpes berperan strategis dalam memacu pertumbuhan industri di Indonesia dalam pemberdayaan UMKM melalui penguasan teknologi,” terangnya.

Hingga saat ini, sebanyak 1.730 pelaku IKM telah mengikuti workshop e-Smart IKM. Sampai tahun 2019, Kemenperin menargetkan dapat mengajak hingga 10 ribu pelaku IKM seluruh Indonesia untuk mengikuti loka karya tersebut.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gandeng Marketplace,...
Gandeng Marketplace, Kemenperin Gairahkan Industri Kopi
Gelar Inovasi Produk...
Gelar Inovasi Produk dan Kompetisi Barista: Kemenperin Perkenalkan Susu Kacang Mede Lokal Pertama di Indonesia
Harga Gas Diusulkan...
Harga Gas Diusulkan Naik di Atas USD6 per MMBTU
Kemenperin Pacu Kreativitas...
Kemenperin Pacu Kreativitas IKM Kopi Berjualan Online
Keuntungan Program e-Smart...
Keuntungan Program e-Smart UKM di Era Digital
Menperin Dukung Peningkatan...
Menperin Dukung Peningkatan Pendidikan Vokasi Industri
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
1 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
1 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
2 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
2 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
3 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved