Prukades Kemendes PDTT Tarik Investasi USD400 Juta

Rabu, 06 Juni 2018 - 12:00 WIB
Prukades Kemendes PDTT...
Prukades Kemendes PDTT Tarik Investasi USD400 Juta
A A A
JAKARTA - Program unggulan kawasan perdesaan (Prukades) yang dikembangkan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) berhasil menarik investasi dari luar negeri. Konsorsium perusahaan Korea Selatan berniat menanamkan investasi senilai USD400 juta guna mengolah limbah jagung untuk produksi biomassa sebagai sumber energi alternatif.Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan antara Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Eko Putro Sandjojo, CEO Gymco Steven Lee dan Bupati Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) M Husni Jibril. "Kerja sama ini menandai era baru di mana produk unggulan perdesaan jika dikelola dengan manajemen yang benar akan mampu menarik investasi bahkan dari konsorsium perusahaan luar negeri," ujar Mendesa PDTT Eko Putro Sandjojo di sela acara penandatangan kerja sama di kantor Kemendes PDTT, Kalibata, Jakarta, Selasa (5/6/2018).
Dia menjelaskan konsorsium perusahaan Korea yang terdiri dari Kepco, Gymco dan Koramko akan menanamkan investasi senilai USD400 juta untuk membangun pabrik pallet di Sumbawa. Nantinya pabrik itu akan mengolah limbah Jagung (bonggol) dan Pellet dari tanaman Gamal/Kaliandra untuk dijadikan biomassa. "Hasil bonggol jagung dan pellet tersebut akan diekspor ke Korea Selatan untuk bahan bakar biomassa power plant milik Kepco," ujarnya.
Konsorsium perusahaan Korea tersebut, lanjut Eko, juga akan membangun biomassa power plant di Sumbawa. Pembangkit energi berbasis biomassa tersebut ditargetkan menghasilkan listrik sebesar 30 megawatt. Proyek ini juga bagian dari program pengembangan energi baru terbarukan (EBT) yang berimplikasi terhadap pengurangan emisi Karbon.
"Jika proyek ini sukses maka akan direplikasikan ke desa-desa lain sehingga menjadi pengungkit peningkatan kesejahteraan masyarakat desa karena mereka mendapatkan tambahan penghasilan dari sekedar limbah jagung dan tanaman gamal," ujarnya.
Direktur Jenderal (Dirjen) Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PK Trans) Kemendesa PDTT Muhammad Nurdin mengatakan salah satu sentra jagung di Provinsi Nusa Tenggara Barat ada di kawasan transmigrasi, tepatnya di Kecamatan Labangka, Kabupaten Sumbawa.
Di kawasan ini hampir seluruh masyarakatnya menanam jagung dan mengembangkan gamala. Potensi ini kemudian dikembangkan sebagai bentuk Prukades. "Ternyata potensi ini menarik minat perusahaan Korea untuk menanamkan investasi mereka karena limbah Jagung sangat cocok sebagai bahan baku energi alternatif milik mereka," ujarnya.
Ketertarikan konsorsium perusahaan Korea tersebut, lanjut Nurdin, ditindaklanjuti dengan pertemuan antara Pemkab Sumbawa dengan perwakilan konsorsium di Seoul, Korea Selatan. Dari pertemuan tersebut akhirnya disepakati besaran investasi untuk mengolah limbah jagung dan gamalah di Sumbawa. "Kami berharap kerja sama ini memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan warga desa," pungkasnya.
(amm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kejar Herd Immunity,...
Kejar Herd Immunity, Mendes Minta Vaksinasi Digenjot Hingga Pelosok Desa
Bukit Punjabu Sidrap...
Bukit Punjabu Sidrap Raih Juara Kedua LPDWN 2022 dari Kemendes PDTT
Reformasi Birokrasi,...
Reformasi Birokrasi, Sekjen Kemendes Titip Harapan di Tenaga Fungsional
Langkah Kemendes PDTT...
Langkah Kemendes PDTT Memperkuat Jejaring Antar Desa ASEAN
Kemendes PDTT : ISSF...
Kemendes PDTT : ISSF Bisa Perkuat SDM, Produksi dan Pemasaran BUM Desa
Pegadaian Gelar Literasi...
Pegadaian Gelar Literasi Keuangan dan Investasi Emas di Kemendes PDT
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
11 menit yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
15 menit yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
26 menit yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
47 menit yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
1 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
1 jam yang lalu
Infografis
Gaji Pokok Tentara Pakistan,...
Gaji Pokok Tentara Pakistan, Sersan Rp14 Juta Per Bulan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved