Dow Jones Kalah 8 Hari Beruntun Karena Kekhawatiran Perang Dagang

Jum'at, 22 Juni 2018 - 08:29 WIB
Dow Jones Kalah 8 Hari...
Dow Jones Kalah 8 Hari Beruntun Karena Kekhawatiran Perang Dagang
A A A
NEW YORK - Pasar saham Amerika Serikat alias Wall Street ditutup jatuh pada Kamis waktu setempat, karena kekhawatiran perang dagang dengan China menyeret sentimen investor lebih rendah.

Melansir CNBC, Jumat (22/6/2018), indeks Dow Jones turun 196,1 poin menjadi 24.461,70, dengan saham Intel dan Caterpillar menjadi saham dengan kinerja terburuk. Ini memperpanjang kekalahan Dow Jones selama 8 hari beruntun. Membuatnya menjadi yang terburuk sejak Maret 2017.

Indeks S&P 500 turun 0,6% menjadi 2.749,76 karena saham energi turun 1,9%. Komposit Nasdaq mundur 0,9% menjadi 7.712,95, akibat penurunan saham Amazon dan Alphabet--induk Google. Saham Amazon turun 1,1% setelah Mahkamah Agung memutuskan bahwa negara dapat memaksa pembeli online untuk membayar pajak penjualan.

Ketegangan perang dagang AS dan China yang kembali mendidih telah membuat saham-saham AS di bawah tekanan pada pekan ini. Presiden AS Donald Trump mengancam akan menjatuhkan tarif tambahan senilai USD200 miliar untuk barang-barang impor China. Beijing mengatakan hal ini melanggar perundingan dan konsensus yang telah dicapai kedua negara sebelumnya.

"Saya kira tidak ada yang bisa memenangkan perang dagang jika sama-sama menggunakan pasar saham masing-masing sebagai panduan. Wall Street mengalami koreksi, begitu juga dengan indeks Shanghai yang telah jatuh ke level terendah 23 bulan," kata Jeremy Klein, kepala strategi pasar di FBN Securities.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Di Tengah Kekhwatiran...
Di Tengah Kekhwatiran Pandemi dan Perang Dagang, Wall Street Cetak Rekor
Perang Dagang Guncang...
Perang Dagang Guncang Pasar Global, Begini Gerak IHSG dalam Sepekan
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Berita Terkini
Dibuka Naik Tipis, IHSG...
Dibuka Naik Tipis, IHSG Langsung Balik Arah Turun 0,24% ke 6.093
28 menit yang lalu
Purbaya Tarik Dana SAL,...
Purbaya Tarik Dana SAL, BTN Siap Kembalikan Rp38 Triliun
1 jam yang lalu
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Bos IEA Wanti-wanti Ekonomi Global dalam Bahaya
1 jam yang lalu
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
11 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
12 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
12 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved