Neraca Perdagangan Indonesia Mei 2018 Kembali Defisit USD1,52 Miliar

Senin, 25 Juni 2018 - 12:18 WIB
Neraca Perdagangan Indonesia...
Neraca Perdagangan Indonesia Mei 2018 Kembali Defisit USD1,52 Miliar
A A A
JAKARTA - Neraca perdagangan Indonesia kembali mengalami defisit, dimana data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pada Mei 2018 mengalami defisit sebesar USD1,52 miliar. Hal ini menjadi perhatian besar karena neraca perdagangan bulan April juga mengalami defisit USD1,63 miliar.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, realisasi neraca perdagangan yang mengalami defisit pada periode ini lebih disebabkan karena kenaikan impor yang sangat tinggi pada periode tersebut. Adapun total impor pada Mei 2018 yakni sebesar USD17,64 miliar atau naik 9,17% dibanding April 2018. Sementara total ekspor Indonesia pada periode tersebut mencapai USD16,12miliar atau meingkat sebesar 10,90% dibanding ekspor April 2018.

"Dengan menggabungkan total ekspor dan impor, maka neraca perdagangan april 2018 menjadi perhatian khusus yaitu mengalami defisit USD1,52miliar," katanya di Gedung BPS, Jakarta, Senin (25/6/2018).

Dia menyebutkan, pada Januari dan April 2018 neraca perdagangan Indonesia memang masih defisit, namun pada Maret 2018 sudah membaik dan terjadi surplus. Sedangkan pada April 2018 ini kembali mengalami defisit karena kenaikan impor yang sangat tinggi dan harus menjadi perhatian.

Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia pada periode Januari-Mei 2018 juga masih mengalami defisit sebesar USD2,834 miliar. Penyebabnya karena ada defisit di sektor migas yaitu komoditas hasil minyak yang mengalami defisit sebesar USD5 miliar. "Kedepan kita berharap ekspor bisa berkembang lebih bagus dan impor bisa ditahan sehingga bisa surplus," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Neraca Dagang Indonesia...
Neraca Dagang Indonesia Surplus USD3,83 Miliar di Februari 2022
Neraca Perdagangan RI...
Neraca Perdagangan RI Surplus 14 Bulan Beruntun, Ekonomi Mulai Pulih?
Neraca Dagang RI Menang...
Neraca Dagang RI Menang Lawan AS, Tapi Keok dengan Negeri Kpop
Tertinggi dalam 15 Tahun...
Tertinggi dalam 15 Tahun Terakhir, Neraca Dagang RI Surplus USD35,34 Miliar di 2021
Neraca Dagang Mei Diramal...
Neraca Dagang Mei Diramal Surplus USD2 Miliar
BPS: Neraca Perdagangan...
BPS: Neraca Perdagangan RI Surplus USD2,59 Miliar di Juli 2021
Berita Terkini
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
12 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
1 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved