Barang Konsumsi Penyumbang Impor Terbesar di Bulan Mei

Senin, 25 Juni 2018 - 15:45 WIB
Barang Konsumsi Penyumbang...
Barang Konsumsi Penyumbang Impor Terbesar di Bulan Mei
A A A
JAKARTA - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), realisasi impor Indonesia pada periode Mei 2018 meningkat cukup signifikan. Pada periode ini, nilai impor Indonesia mencapai USD17,64 miliar.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, meningkatnya impor dikarenakan penggunaan barang konsumsi menjelang Lebaran. Dalam hal ini, beras asal Vietnam menjadi penyumbang terbesar, diikuti beberapa barang konsumsi lainnya seperti gula dari Thailand, anggur dan vaksin dari India.

"Barang konsumsi month to month (MoM) naik 14,88%. Kalau dari year on year (YoY) naik 34,01%. Beras asal Vietnam, anggur, vaksin dari India," ujar Suhariyanto di Gedung BPS, Jakarta, Senin (25/6/2018).

Dia menambahkan, sejumlah barang yang juga banyak diimpor datang dari China antara lain mesin, laptop, besi, hingga anggur. Barang-barang tersebut menurutnya banyak dikonsumsi oleh masyarakat.

"Kalau menurut penggunaan barang, impor pada Mei kenaikannya didorong oleh barang konsumsi, karena Ramadhan, peningkatan barang konsumsi diharapkan berpengaruh pada konsumsi rumah tangga di kuartal II," katanya.

Secara kumulatif, total impor Indonesia pada periode Januari hingga Mei 2018 mencapai USD77,765 juta. Dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, realisasi impor tersebut naik 24,75%.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Konsumsi Rumah Tangga...
Konsumsi Rumah Tangga Melambat
Sudah Rp176 Triliun...
Sudah Rp176 Triliun Dikucurkan Buat Bansos tapi Konsumsi Tetap Minus, Kok Bisa?
Konsumsi Rumah Tangga...
Konsumsi Rumah Tangga Jakarta Capai 5,28 Persen
Sri Mulyani Ramalkan...
Sri Mulyani Ramalkan Skenario Terburuk, Konsumsi Rumah Tangga 0% di Kuartal II
Wadaw, Aktivitas Ekonomi...
Wadaw, Aktivitas Ekonomi Masih Jauh dari Kata Baik
Konsumsi Rumah Tangga...
Konsumsi Rumah Tangga Q2 2020 Diprediksi Minus 7%
Berita Terkini
Permintaan Hunian Tetap...
Permintaan Hunian Tetap Tinggi, Alam Sutera Kembangkan Kawasan Residensial Baru
19 menit yang lalu
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
30 menit yang lalu
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
1 jam yang lalu
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
1 jam yang lalu
Danantara Pangkas Ribuan...
Danantara Pangkas Ribuan BUMN Jadi 200-300 Entitas, Langkah Rasional Selamatkan Aset Negara
1 jam yang lalu
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
1 jam yang lalu
Infografis
10 Kementerian/Lembaga...
10 Kementerian/Lembaga dengan Anggaran Terbesar di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved