Biaya Jaringan Kereta Api di Malaysia Naik 50% Menjadi Rp2.874 Triliun

Selasa, 03 Juli 2018 - 21:27 WIB
Biaya Jaringan Kereta...
Biaya Jaringan Kereta Api di Malaysia Naik 50% Menjadi Rp2.874 Triliun
A A A
KUALA LUMPUR - Menteri Keuangan Malaysia Lim Guan Eng menyampaikan bahwa untuk menyelesaikan proyek kereta api terbesar di Malaysia yaitu East Coast Rail Link membutuhkan biaya besar. Karena itu, biaya megaproyek tersebut meningkat 50% menjadi USD20 miliar. Bila dikonversi ke rupiah setara dengan Rp2.874 triliun (kurs Rp14.370 per USD).

"Biaya untuk menyelesaikan proyek kereta api ini hampir 50% lebih tinggi dari perkiraan di bawah pemerintah sebelumnya," ujarnya seperti dilansir Business Insider, Selasa (3/7/2018).

Jaringan kereta api East Coast Rail Link sepanjang 688 kilometer akan menghubungan Laut China Selatan di timur dengan rute pelayaran strategis di barat Malaysia, dan merupakan bagian utama dari proyek One Belt One Road buatan Beijing.

Karena besarnya biaya, Malaysia berkeinginan menegosiasikan kembali kesepakatan dengan mitranya di China. "Kami berharap proyek ECRL hanya akan menjadi layak secara finansial dan ekonomi jika ada pengurangan harga yang drastis oleh CCCC (China Communication Construction Company)," kata Lim Guan Eng.

Kementerian Keuangan Malaysia sendiri sedang dan terus menggelar diskusi tentang biaya dengan pihak kontraktor dan pihak lain yang terlibat dalam proyek.

Sejak kemenangan pemilihan Perdana Menteri pada Mei kemarin, pemerintahan PM Mahathir Mohamad telah berjanji untuk memangkas utang nasional, membasmi korupsi dan meninjau ulang proyek-proyek besar yang disepakati oleh pemerintahan sebelumnya, yaitu era Najib Razak.

Kementerian Keuangan Malaysia mengatakan biaya dasar proyek ECRL sekitar 67 miliar ringgit, tetapi ketika pembebasan lahan, bunga, biaya dan biaya operasi lainnya diperhitungkan akan naik menjadi 81 miliar ringgit (USD20 miliar). Proyek ini awalnya diperkirakan menelan biaya sekitar 55 miliar ringgit (USD13,60 miliar).

Selain soal biaya, pemerintah juga akan berkonsultasi dengan pemerintah negara bagian Selangor, memperhatikan keberatan mereka soal jalur kereta api yang menghubungkan Port Klang, pusat perdagangan utama di pantai barat dengan ibukota Kuala Lumpur.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perbandingan Tarif 2...
Perbandingan Tarif 2 Kereta Cepat di Malaysia Vs KCJB Indonesia
Peneliti, Pengusaha,...
Peneliti, Pengusaha, dan Pengembang Ceritakan Dampak Whoosh bagi Lingkungan dan Ekonomi Wilayah
Bos KCIC Sebut Teknologi...
Bos KCIC Sebut Teknologi Kereta Cepat China Punya Manfaat Ekonomi
Resmi! Tarif Kereta...
Resmi! Tarif Kereta Cepat Whoosh Kelas Premium Ekonomi Rp300 Ribu
Jajal Kereta Cepat Whoosh,...
Jajal Kereta Cepat Whoosh, HT: Bisa Bikin Ekonomi Efisien
Letjen Purn Joni Supriyanto...
Letjen Purn Joni Supriyanto Sebut Kereta Cepat Punya Dampak Pembangunan Ekonomi
Berita Terkini
Kinerja Tumbuh Positif,...
Kinerja Tumbuh Positif, ASABRI Bukukan Kenaikan Aset 12,23% di 2025
37 menit yang lalu
Blok Masela Ditargetkan...
Blok Masela Ditargetkan Produksi 2029, Alokasi Gas Domestik Capai 60%
52 menit yang lalu
Pasar Kripto Masih Sideways,...
Pasar Kripto Masih Sideways, Bittime Futures Bisa Jadi Alternatif Strategi
1 jam yang lalu
Antisipasi Risiko Sosial...
Antisipasi Risiko Sosial Tambang, Perusahaan Didorong Terapkan Standar Keberlanjutan Global
1 jam yang lalu
Dibuka Naik Tipis, IHSG...
Dibuka Naik Tipis, IHSG Langsung Balik Arah Turun 0,24% ke 6.093
2 jam yang lalu
Purbaya Tarik Dana SAL,...
Purbaya Tarik Dana SAL, BTN Siap Kembalikan Rp38 Triliun
3 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved