Serah Terima Kompleks Rumah Dinas TNI AU, Menteri Rini: Bukti Proyek Kereta Cepat Berjalan Baik

Selasa, 03 Juli 2018 - 20:47 WIB
Serah Terima Kompleks...
Serah Terima Kompleks Rumah Dinas TNI AU, Menteri Rini: Bukti Proyek Kereta Cepat Berjalan Baik
A A A
JAKARTA - Pada hari ini telah dilakukan peresmian serah terima kunci rumah dinas pengganti milik TNI AU yang terelokasi oleh proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung oleh Direktur Utama KCIC, Chandra Dwiputra kepada Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno berharap rumah dinas pengganti ini merupakan salah satu bukti komitmen KCIC dalam menjalankan proyek strategis nasional dengan baik.

"Hari ini adalah hari yang sangat istimewa bagi KCIC dan TNI AU. Semoga rumah pengganti ini bisa sangat bermanfaat dan memberi kenyamanan serta kehangatan bagi personil TNI beserta keluarga yang menempatinya," kata Rini saat menyaksikan seremoni serah terima di Lapangan Danu Setiawan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (3/7/2018). Serah terima ini juga disaksikan oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Terdapat 408 unit rumah dengan ragam tipe bangunan yang diserahterimakan pada kesempatan tersebut. Tipe 120 sebanyak 50 unit, tipe 72 sebanyak 150 unit dan tipe 60 sebanyak 208 unit. Tak hanya itu, pihak KCIC pun melengkapi area rumah dinas dengan empat unit mess yang memiliki total kamar sebanyak 124 unit.

Area kompleks rumah dinas juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti gardu listrik, instalasi air bersih, balai pertemuan warga, masjid, taman, serta lapangan olahraga seperti volley, badminton, basket dan futsal. Bahkan KCIC pun membangun tribun dan renovasi stadion di Kompleks AU Halim. Adapun sarana dan prasarana penunjang lainnya seperti jalan dan saluran, tempat parkir, rambu jalan, penerangan jalan, tempat pembuangan sampah serta pagar pembatas.

Dalam kesempatan tersebut, Rini menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung berjalannya proyek infrastruktur modern yang dibangun tanpa menggunakan dana APBN ini. Termasuk Menteri Pertahanan, Menteri Keuangan, Panglima TNI, dan Kepala Staf Angkatan Udara beserta jajaran-jajarannya yang telah dengan sepenuh hati dan kerja keras membantu proses administrasi penggunaan lahan Halim Perdanakusuma untuk dimanfaatkan sebagai stasiun dan trase Kereta Cepat Jakarta Bandung.

"Sepanjang yang saya ketahui, proses administrasi ini telah melalui pembahasan yang panjang dan tidak mudah, namun berkat kerja keras serta pemikiran yang cermat juga cerdas dari Bapak dan Ibu beserta jajaran, Alhamdulillah proses-proses administrasi dapat terselesaikan dengan baik. Salah satu hasilnya dapat kita rasakan pada hari yang berbahagia ini," tutup Rini.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengapresiasi upaya penggantian rumah dinas yang dilakukan oleh pihak KCIC. Sebab, selain kondisi bangunan rumah yang lebih baik dan berdekatan dengan lokasi yang terdampak proyek, jumlah rumah dinas yang dibuatkan pun unitnya terbilang jauh melebihi jumlah yang terdampak.

"Banyak keuntungan. Rumah dinas yang terdampak hanya 186 unit tapi perumahan yang dibangun oleh Kementerian BUMN sebanyak 408 unit dengan berbagai tipe. Jauh lebih bagus dari tempat tinggal sebelumnya. Bahkan, karena dekat sehingga tidak perlu merubah KTP," ujar dia.

Beroperasinya kereta cepat Jakarta-Bandung ini akan memberikan manfaat yang positif bagi perekonomian Indonesia. Dengan adanya proyek ini, perekonomian masyarakat yang dilalui jalur kereta cepat dapat meningkat. Bahkan, dapat memunculkan titik-titik sentra ekonomi baru khususnya di Jawa Barat. Selain berdampak pada perekonomian masyarakat, proyek ini juga akan mengangkat sektor pariwisata.

Tak hanya itu, proyek kereta cepat ini juga padat karya, karena membutuhkan tenaga kerja yang banyak. Dalam perjanjiannya dengan pihak China, terdapat jaminan alih pengetahuan yang diberikan kepada pekerja Indonesia. Sehingga ke depannya, Indonesia bisa membangun sendiri kereta cepat di daerah-daerah lain. Proyek ini juga mayoritas akan dikerjakan oleh pekerja dalam negeri. Khusus untuk pembangunan konstruksi saja, tenaga kerja yang dibutuhkan mencapai 39.000 pekerja.

Pengerjaan konstruksi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ditargetkan bisa mencapai 25 persen pada akhir 2018. Sejauh ini, progres pembebasan lahan sudah mencapai sekitar 70%.

Di Halim sendiri saat ini tengah berlangsung pengerjaan Proyek Inlet Tunnel Kereta Cepat, tepatnya di KM 3 Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Inlet Tunnel 1 sepanjang 1.830 meter ini merupakan salah satu titik kritis dari total 16.375 m Tunnel yang akan dikerjakan selama 26 bulan. Pada titik ini, telah diselesaikan pemadatan 2.700 m2 konstruksi jalan beton, jalan akses serta pembangunan bengkel pengelasan besi pancang (rebar).
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Indonesia dan China...
Indonesia dan China Berdebat Panas Soal Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Ini Perkaranya
Soal Pembengkakan Biaya...
Soal Pembengkakan Biaya Kereta Cepat, Tim Erick Thohir: Belum Ada Angka Pasti
Terungkap Kendala Utama...
Terungkap Kendala Utama Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang Bikin Biaya Bengkak
Proyek Kereta Cepat...
Proyek Kereta Cepat Kantongi PMN Rp4,3 T, KCIC: Kewajiban BUMN Setor Modal
Anggaran Kereta Cepat...
Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak, Tim Erick Thohir: Tak Ada Potensi Korupsi
Pembengkakan Anggaran...
Pembengkakan Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Capai Rp21,7 Triliun, Ini Biang Keroknya
Berita Terkini
Isu PHK Massal Karyawan...
Isu PHK Massal Karyawan Bikin Heboh! Dasco Panggil Menaker, TikTok dan Tokopedia
50 menit yang lalu
Duo Zou Bersaudara Asal...
Duo Zou Bersaudara Asal China Mendadak Jadi Miliarder Gara-gara Robot Humanoid, Begini Kisahnya
1 jam yang lalu
IHSG Sesi I Tergelincir...
IHSG Sesi I Tergelincir ke 5.864, Nilai Transaksi Cetak Rp4,7 Triliun
2 jam yang lalu
Ketimpangan Makin Lebar,...
Ketimpangan Makin Lebar, 1,5% Populasi Menguasai hampir 50 Persen Total Kekayaan Dunia
5 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Streamlining BUMN Transparan, Libatkan Kejaksaan Agung hingga BPK
6 jam yang lalu
IHSG Masih Berlari di...
IHSG Masih Berlari di Zona Hijau, Pagi Ini Bertengger pada Level 5.893
6 jam yang lalu
Infografis
3 Proyek Kereta Cepat...
3 Proyek Kereta Cepat Termahal di Dunia, Whoosh Tak Masuk Hitungan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved