Kejatuhan Rupiah Diramal Masih Terus Berlanjut
Kamis, 19 Juli 2018 - 09:09 WIB
Kejatuhan Rupiah Diramal Masih Terus Berlanjut
A
A
A
JAKARTA - Pertahanan rupiah di teritori positif tampaknya tidak mampu bertahan lebih lama seiring mulai adanya sentimen negatif dari menguatnya laju dolar Amerika Serikat (USD). Adanya sentimen tersebut dikhawatirkan dapat membuka peluang pelemahan lebih lanjut seiring belum adanya sentimen yang signifikan dapat membuat laju rupiah bertahan di zona hijaunya.
"RDG Bank Indonesia yang sementara ini diperkirakan akan tetap mempertahankan suku bunganya diharapkan dapat menahan pelemahan rupiah lebih lanjut," ujar Pengamat Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (19/7/2018).
Namun jika tidak, Reza menyampaikan, waspadai berbagai sentimen yang dapat membuat rupiah kembali melemah. Diperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.407/USD-Rp14.395/USD.
Sambung dia menambahkan, pergerakan mata uang USD masih bergerak positif seiring optimisme yang disampaikan Gubernur The Fed, Jeremy Powell. "Dalam pidatonya, ia percaya bahwa ekonomi AS akan bertumbuh stabil dan risiko dari imbas adanya perang dagang akan cenderung mengecil. Akibat dari sentimen tersebut, laju rupiah cenderung tertekan dan kembali melemah," pungkasnya.
"RDG Bank Indonesia yang sementara ini diperkirakan akan tetap mempertahankan suku bunganya diharapkan dapat menahan pelemahan rupiah lebih lanjut," ujar Pengamat Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (19/7/2018).
Namun jika tidak, Reza menyampaikan, waspadai berbagai sentimen yang dapat membuat rupiah kembali melemah. Diperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.407/USD-Rp14.395/USD.
Sambung dia menambahkan, pergerakan mata uang USD masih bergerak positif seiring optimisme yang disampaikan Gubernur The Fed, Jeremy Powell. "Dalam pidatonya, ia percaya bahwa ekonomi AS akan bertumbuh stabil dan risiko dari imbas adanya perang dagang akan cenderung mengecil. Akibat dari sentimen tersebut, laju rupiah cenderung tertekan dan kembali melemah," pungkasnya.
(akr)