AS-Uni Eropa Setuju Hindari Perang Dagang, Euro Melonjak Lawan Dolar

Kamis, 26 Juli 2018 - 08:24 WIB
AS-Uni Eropa Setuju...
AS-Uni Eropa Setuju Hindari Perang Dagang, Euro Melonjak Lawan Dolar
A A A
TOKYO - Mata uang dolar Amerika Serikat (USD) melorot terhadap euro pada perdagangan Kamis (26/7/2018), setelah Presiden AS Donald Trump dan Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker setuju untuk menurunkan tarif, mengurangi kekhawatiran tentang memburuknya perang dagang global.

Melansir dari Reuters, kesepakatan di atas membuat indeks USD terhadap enam mata uang utama turun 0,25% menjadi 94,145, level terendah sejak 11 Juli 2018. Alhasil, euro naik 0,1% menjadi USD1,1738 per EUR.

Sebelum perjanjian di atas disepakati, mata uang tunggal Uni Eropa merosot ke level terendah yaitu USD1,1644 per EUR pada Rabu (25/7). Saat itu, Trump mempertimbangkan untuk memberlakukan tarif 25% terhadap mobil buatan negara-negara Uni Eropa yang masuk ke Amerika.

Selain jatuh melawan euro, USD juga tergelincir 0,15% menjadi 110,805 yen. Dolar juga melemah terhadap yuan China. YUan China reli hampir 0,8% dalam perdagangan offshore (luar negeri), setelah pada Selasa lalu berada di level terendah 13 bulan.

Adapun poundsterling Inggris stabil di level USD1,3200 per GBP, setelah menguat 0,4% semalam. Dolar Australia melayang mendekati level tertinggi dua minggu menjadi USD0,7464. "Dolar secara luas melemah terhadap mata uang utama karena ketegangan perdagangan telah mereda," kata Yukio Ishizuki, ahli strategi mata uang senior di Daiwa Securities di Tokyo.

"Amerika Serikat dan Uni Eropa tampaknya telah mengumumkan gencatan senjata dan harapan bawah pembicaraan NAFTA dan kesepakatan dengan China akan positif juga," sambung Yukio.

Pasar pun dikabarkan akan fokus pada keputusan kebijakan Bank Sentral Eropa yang akan dikeluarkan pada hari ini. European Central Bank (ECB) diharapkan dapat menjaga kebijakan moneter. Investor pun akan mencermati pernyataan Presiden ECB Mario Draghi soal laju normalisasi kebijakan moneter.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Menguat saat...
Rupiah Menguat saat Banyak Mata Uang Asia Melemah
5 Mata Uang Paling Banyak...
5 Mata Uang Paling Banyak Digunakan di Dunia, Nomor 1 Transaksi Hariannya Tembus Rp43.500 Triliun
8 Efek Mata Uang Baru...
8 Efek Mata Uang Baru BRICS terhadap Dollar AS jika Sudah Berlaku
Deretan Negara Ini Tak...
Deretan Negara Ini Tak Mempunyai Mata Uang, Salah Satunya Tetangga Indonesia
Mata Uang BRICS Bakal...
Mata Uang BRICS Bakal Gantikan Dolar Disebut Gagasan Konyol
Apakah Bitcoin Bisa...
Apakah Bitcoin Bisa Menggantikan Dolar AS di Masa Depan?
Berita Terkini
Hadapi Dinamika Pasar...
Hadapi Dinamika Pasar Energi Global, PLN EPI Perkuat Kompetensi SDM
6 menit yang lalu
3 Cara Cek Emas Asli...
3 Cara Cek Emas Asli untuk Menghindari Kerugian Finansial
8 menit yang lalu
MNC Bank Gandeng MNC...
MNC Bank Gandeng MNC Sekuritas Dorong Literasi Keuangan Gen Z lewat Solusi Perbankan Digital
11 menit yang lalu
Beli Properti Lebih...
Beli Properti Lebih Ringan? KPR BRI Solusi Jawabannya!
19 menit yang lalu
Transformasi Digital...
Transformasi Digital dan HSSE Jadi Kunci Elnusa Petrofin Perkuat Rantai Pasok Energi
22 menit yang lalu
Bukan Cuma Harga Minyak,...
Bukan Cuma Harga Minyak, Tata Kelola APBN yang Buruk Jadi Biang Kerok Lemahnya Rupiah
39 menit yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved