Wall Street Jatuh Karena Kerugian Saham Teknologi
Sabtu, 28 Juli 2018 - 07:01 WIB
Wall Street Jatuh Karena Kerugian Saham Teknologi
A
A
A
NEW YORK - Pasar saham Amerika Serikat alias Wall Street jatuh pada perdagangan Jumat waktu setempat, dipicu oleh buruknya kinerja Intel dan Twitter. Pasar mencermati kinerja rendah saham-saham teknologi ketimbang pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat yang kuat.
Melansir dari CNBC, Sabtu (28/7/2018), indeks Nasdaq jatuh 1,46% menjadi 7.737,42, penurunan terbesar sejak 27 Juni 2018, yang saat itu jatuh 1,54%. S&P 500 turun 0,7% menjadi 2.818,82, dimana saham teknologi turun hingga 2%. Indeks Dow Jones melemah 76,01 poin ditutup menjadi 25.451,06.
Saham teknologi membukukan kerugian curam selama dua hari berturut-turut. Pada hari Kamis, sektor ini turun lebih dari 1,5% karena anjloknya saham Facebook. Dan pada Jumat waktu AS, saham Intel dan Twitter melemah tajam setelah buruknya kinerja mereka.
Saham Intel turun 8,5% setelah mereka mengumumkan penundaan chip generasi berikutnya, meski laba perusahaan lebih baik dari perkiraan. Begitu pula dengan Twitter, kendati laporan pendapatan sesuai dengan harapan, namun jumlah pengguna aktif bulanan turun drastis.
"Terdapat ekspektasi yang tinggi bagi perusahaan-perusahaan teknologi. Ketika terjadi yang tidak diharapkan maka itulah harga yang harus dibayar. Jadi kondisi ini mengalahkan pertumbuhan ekonomi yang kuat. Ini adalah konsekuensi di pasar," ujar Michael Arone, kepala strategi investasi di State Street Global Advisors.
Melansir dari CNBC, Sabtu (28/7/2018), indeks Nasdaq jatuh 1,46% menjadi 7.737,42, penurunan terbesar sejak 27 Juni 2018, yang saat itu jatuh 1,54%. S&P 500 turun 0,7% menjadi 2.818,82, dimana saham teknologi turun hingga 2%. Indeks Dow Jones melemah 76,01 poin ditutup menjadi 25.451,06.
Saham teknologi membukukan kerugian curam selama dua hari berturut-turut. Pada hari Kamis, sektor ini turun lebih dari 1,5% karena anjloknya saham Facebook. Dan pada Jumat waktu AS, saham Intel dan Twitter melemah tajam setelah buruknya kinerja mereka.
Saham Intel turun 8,5% setelah mereka mengumumkan penundaan chip generasi berikutnya, meski laba perusahaan lebih baik dari perkiraan. Begitu pula dengan Twitter, kendati laporan pendapatan sesuai dengan harapan, namun jumlah pengguna aktif bulanan turun drastis.
"Terdapat ekspektasi yang tinggi bagi perusahaan-perusahaan teknologi. Ketika terjadi yang tidak diharapkan maka itulah harga yang harus dibayar. Jadi kondisi ini mengalahkan pertumbuhan ekonomi yang kuat. Ini adalah konsekuensi di pasar," ujar Michael Arone, kepala strategi investasi di State Street Global Advisors.
(ven)
Lihat Juga :