Merauke Cetak Sawah Baru Hampir 8.000 Hektare

Selasa, 31 Juli 2018 - 12:20 WIB
Merauke Cetak Sawah...
Merauke Cetak Sawah Baru Hampir 8.000 Hektare
A A A
JAKARTA - Sejak Kabupaten Merauke ditetapkan sebagai sentra produksi beras di Provinsi Papua, Kementerian Pertanian giat melaksanakan cetak sawah baru. Direktur Perluasan dan Perlindungan Lahan, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) Indah Megahwati mengatakan, sejak 2015 hingga saat ini, Kementan telah mencetak lahan sawah baru di Kabupaten Merauke mendekati 8.000 hektare (ha). Rinciannya pada 2015 sebanyak 2.115 ha, 2016 sekitar 2.000 ha, 2017 3.000 ha dan 2018 sebesar 800 ha.

Peneliti Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) Yiyi Sulaeman mengatakan, potensi lahan untuk pengembangan padi sawah di Kabupaten Merauke cukup besar.

"Lahan yang sesuai untuk pengembangan padi sawah sekitar 2,69 juta ha, masing-masing cukup sesuai (S2) 1,24 juta ha dan sisanya sesuai marginal (S3) sekitar 1,45 juta ha," Yiyi menambahkan, Selasa (31/7/2018).

Selanjutnya, Yiyi menjelaskan bahwa lahan tersebut terletak di kawasan areal penggunaan lain (APL) sekitar 285,58 ribu ha, hutan produksi (HP) sekitar 755,34 ribu ha, hutan produksi konversi (HPK) sekitar 827,21 ribu ha, dan kawasan hutan lainnya sekitar 826,84 ribu ha.

"Untuk langkah awal, kawasan APL 285,58 ribu ha dapat segera dibuka sambil menunggu proses perizinan penggunaan kawasan HPK untuk lahan pertanian dari Kementerian LHK," ujar Yiyi.

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua, Muhammad Thamrin mengatakan produktivitas gabah rata-rata di Kabupaten Merauke sekitar 4,5 ton per hektare.

"Sesungguhnya potensi produksi padi di Kabupaten Merauke cukup tinggi," kata Tahmrin. Hal ini kata dia, terbukti dari demplot BPTP tahun 2017 dengan teknologi JARWO SUPER (varietas INPARI 32, pemupukan berimbang, penggunaan alsintan, dan lain-lain) mampu menghasilkan lebih 8 ton per ha.

Thamrin menambahkan bahwa produktivitas lahan sawah baru di Merauke masih relatif rendah, yaitu sekitar 4 ton per ha. Selain itu, indeks pertanaman padinya juga masih rendah, yaitu IP 100.

"Bila IP padi ditingkatkan menjadi 200 dengan penambahan irigasi suplemen di musim kemarau, maka pencetakan lahan sawah baru 7.915 ha akan meningkatkan produksi gabah tiap tahun sekitar 63 ribu ton gabah," kata Thamrin.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertanian Jadi Penyelamat...
Pertanian Jadi Penyelamat Ekonomi RI, Penyumbang Terbesar ke APBN
PDB Triwulan II Buktikan...
PDB Triwulan II Buktikan Sektor Pertanian Melesat di Saat Pandemi
Jaga Ambang Ekonomi,...
Jaga Ambang Ekonomi, Kementan Latih Petani Analisis Kerusakan Tanaman
Pertanian Penyumbang...
Pertanian Penyumbang Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi, PB PMII Apresiasi Mentan SYL
Tumbuh Positif, Sektor...
Tumbuh Positif, Sektor Pertanian Jadi Andalan di Masa Pandemi
Kontribusi Terhadap...
Kontribusi Terhadap Ekonomi Meningkat, PDB Sektor Pertanian Melesat
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
3 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
3 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
4 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
4 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
5 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved