Ekspor Pesawat Terbang Dinilai Langkah Nyata Tingkatkan Devisa

Sabtu, 04 Agustus 2018 - 20:34 WIB
Ekspor Pesawat Terbang...
Ekspor Pesawat Terbang Dinilai Langkah Nyata Tingkatkan Devisa
A A A
JAKARTA - Meningkatkan ekspor pesawat terbang menjadi upaya pemerintah untuk menambah devisa. Cara tersebut menurut Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Bhima Yudhistira merupakan langkah nyata dalam meningkatkan devisa.

Sebab, membuka keran ekspor pesawat terbang merupakan strategi yang baik dalam meningkatkan perekonomian Indonesia. Ditambah dengan menurunkan impor untuk barang baja dan besi. "Ekspor pesawat juga bisa dioptimalkan terutama untuk tujuan negara-negara berkembang di Afrika dan Asia Selatan," ujar Bhima di Jakarta, Sabtu (4/8/2018).

Dia pun menyarankan untuk memproduksi pesawat yang berukuran kecil. Sebab, hal itu menjadi pangsa pasar yang tinggi di beberapa negara. "Permintaan pesawat Indonesia khususnya jenis pesawat kecil punya pasar yang besar," tandasnya.

Sebagai informasi, guna mewujudkannya ekspor pesawat terbang, Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Marolop Nainggolan menggelar pertemuan teknis dengan tema “Peluang Dan Potensi Ekspor Pesawat Udara Indonesia. Terang dia, hal ini untuk menunjukkan potensi ekspor pesawat terbang ke beberapa negara.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Cadev Naik Saat Ekspor...
Cadev Naik Saat Ekspor dan Devisa Pariwisata Anjlok Sinyal Abnormal, Apa Jawabannya
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia Bisa Tembus USD300, Luhut: DHE Itu Sangat Penting!
Kebijakan DHE Siap Berlaku...
Kebijakan DHE Siap Berlaku 1 Juni 2026, Menko Airlangga Matangkan Regulasi dan Mulai Sosialisasi
Cetak Rekor Tertinggi,...
Cetak Rekor Tertinggi, Devisa Sawit RI 2022 Tembus USD39,28 Miliar
Penerapan DHE Bukan...
Penerapan DHE Bukan Cuma di RI, Menko Airlangga Beri Contoh Malaysia hingga Turki
Dukung Pemerintah Kumpulkan...
Dukung Pemerintah Kumpulkan Dolar di Dalam Negeri, BI Rilis Aturan Baru
Berita Terkini
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
21 menit yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
9 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
10 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
11 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
13 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
13 jam yang lalu
Infografis
Negara-negara Arab Kutuk...
Negara-negara Arab Kutuk Langkah Israel Blokir Bantuan ke Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved