Perang Dagang Memanas, China Ancam Tarif Baru Bagi 5.200 Produk AS

Minggu, 05 Agustus 2018 - 05:30 WIB
Perang Dagang Memanas,...
Perang Dagang Memanas, China Ancam Tarif Baru Bagi 5.200 Produk AS
A A A
BEIJING - Pemerintah China memperingatkan akan memberlakukan tarif baru terhadap 5.200 produk asal Amerika Serikat (AS) senilai USD60 miliar apabila pemerintahan Presiden Donald Trump jadi mewujudkan ancaman dagang terbarunya. Sebelumnya AS lebih dulu menebar ancaman untuk mempertimbangkan tarif yang lebih tinggi pada barang-barang China senilai USD200 miliar dari yang direncanakan awal.

Dilansir BBC, para pejabat China menuduh AS "secara sepihak" telah meningkatkan ketegangan antara dua raksasa ekonomi itu. Menanggapi kebijakan proteks terbaru AS, Beijing mengatakan tarif baru akan berkisar dari 5% -25% pada produk-produk AS senilai USD60 miliar. Sementara Gedung Putih mengatakan tarif baru sebagai respons terhadap kebijakan perdagangan China yang "tidak adil".

Termasuk subsidi dan aturan yang mengharuskan perusahaan asing di beberapa sektor untuk mendatangkan mitra lokal. Presiden Donald Trump menyalahkan praktik-praktik untuk menempatkan perusahaan-perusahaan AS pada posisi yang kurang menguntungkan dan membantu menciptakan defisit perdagangan. "Daripada membalas, Cina harus mengatasi kekhawatiran lama tentang praktik perdagangan yang tidak adil," ujar Sekretaris Gedung Putih Sarah Sanders.

Perang tarif bea impor mengiringi pembicaraan musim semi ini yang gagal menghasilkan kesepakatan. Putaran pertama tarif mulai berlaku pada tanggal 6 Juli, ketika AS memberlakukan pajak 25% atas impor China senilai USD34 miliar dan langsung dibalas Negeri Tirai Bambu. Tarif untuk produk lainnya senilai USD16 miliar tertunda, atau bagian kedua tarif senilai USD50 impor dari impor yang diumumkan AS pada bulan Maret.

Ancaman AS telah meningkat sejak itu, ketika Presiden Trump mengatakan dia siap untuk mengenakan tarif atas semua impor China senilai USD500 miliar. Pada bulan Juli, AS menerbitkan daftar produk tambahan senilai USD200 miliar untuk diterapkan dengan tarif 10% - angka yang saat ini dipertimbangkan AS untuk meningkat menjadi 25%.

Dalam laporan terbaru Jumat, kemarin China mengaku telah menyiapkan tarif pada barang-barang AS yang meliputi produk pertanian dan energi, kulit dan mesin. Beijing mengatakan kapan kebijakan tarif baru ini diterapkan akan tergantung pada apakah AS bakal mewujudkan ancamannya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tebar Perang Dagang...
Tebar Perang Dagang dengan China, Militer AS Justru Diprediksi Makin Terpuruk
Perusahaan China Makin...
Perusahaan China Makin Banyak Masuk Daftar Hitam AS
Ancaman Perang Dingin...
Ancaman Perang Dingin AS-China Lebih Besar Ketimbang Virus
China Menyerah? Xi Jinping...
China Menyerah? Xi Jinping Sebut Tak Ada Pemenang dalam Perang Dagang Melawan AS
Apakah Trump 2.0 Bikin...
Apakah Trump 2.0 Bikin Perang Dagang Memanas? China Cari Win-win Solusi
China Membalas Tarif...
China Membalas Tarif Impor AS, Mulai Berlaku 10 Februari 2025
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
45 menit yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
1 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
2 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
4 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
4 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
4 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved