Dana LPDB-KUMKM Bantu Perusahaan Jamu Perluas Usaha

Minggu, 05 Agustus 2018 - 18:26 WIB
Dana LPDB-KUMKM Bantu...
Dana LPDB-KUMKM Bantu Perusahaan Jamu Perluas Usaha
A A A
JAKARTA - Kabupaten Sukoharjo merupakan daerah potensial untuk pengembangan produk jamu di Indonesia. Salah satu sentra produksi jamu yang terkenal di wilayah ini adalah di Desa Nguter. Desa ini selain menyimpan potensi jamu rumahan besar, juga memiliki sejumlah pabrik penghasil beragam merek jamu.

Dari sekian perusahaan jamu yang masih ada, PT Gujati 59 Utama merupakan satu di antaranya. Perusahaan jamu olahan ini awalnya hanya memiliki enam karyawan hingga berkembang pada 2013 menjadi 150 karyawan.

"Pada 2013 perusahaan kami memiliki 150 karyawan, tahun itu juga kami mendapat pinjaman dana dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir KUMKM (LPDB-KUMKM) sebesar Rp2,2 miliar yang diberikan dua tahap. Dana sebesar itu kami pergunakan untuk pengembangan usaha dan sudah berhasil kami kembalikan lunas pada 2017," kata Direktur Utama PT Gujati 59 Utama Agung Shusena dalam keterangan pers, Minggu (5/8/2018).

Agung menambahkan, pinjaman dana yang didapat dari LPDB-KUMKM itu dirasakan sangat bermanfaat bagi jalannya usaha PT Gujati 59 Utama. Pasalnya, selain diperuntukkan untuk pengembangan usaha, dana yang diperoleh dari LPDB-KUMKM juga digunakan untuk diversifikasi produk hingga mencapai 20%. Imbas positifnya, kini perusahaan jamu ini sudah memiliki 400 karyawan.

PT Gujati 59 Utama, lanjut Agung, memilih LPDB-KUMKM sebagai tempat meminjam dana, karena merasa proses pengajuannya mudah. "Kita sangat terbantu dengan pinjaman dana LPDB ini karena prosesnya mudah dan bunganya murah," paparnya.

Total kini sudah ada 89 produk jamu olahan yang diproduksi oleh PT Gujati 59 Utama yang dipasarkan ke seluruh Indonesia dan sejumlah negara seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Ia berharap LPDB-KUMKM tidak hanya memberi pinjaman dana namun juga memberikan pembinaan dan fasilitas pemasaran produk-produknya. "Kita berharap dapat diikutsertakan pada event-event pameran nasional maupun luar negeri," harap Agung.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dampak Corona, Perusahaan...
Dampak Corona, Perusahaan Jamu Ini Alami Lonjakan Permintaan
Strategi Industri Jamu...
Strategi Industri Jamu Agar Tetap 'Greng' Saat Pandemi
BPOM Dorong Pengumpulan...
BPOM Dorong Pengumpulan Bukti Empiris Khasiat Jamu Nusantara
Perpres No. 54 Tahun...
Perpres No. 54 Tahun 2023 Dinilai Bikin Industri Jamu Tambah Perkasa
Bahan Baku Jamu Masih...
Bahan Baku Jamu Masih Mengandalkan Impor dari China
Sandiaga Puji Perjuangan...
Sandiaga Puji Perjuangan Bakul Jamu yang Sukses di Tengah Pandemi
Berita Terkini
Bahlil Siap Atur Mekanisme...
Bahlil Siap Atur Mekanisme Izin Tambang Ormas Agama Pascaputusan MK
24 menit yang lalu
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
1 jam yang lalu
Lionel Express Hadirkan...
Lionel Express Hadirkan Solusi Distribusi Barang B2B ke Seluruh Indonesia
1 jam yang lalu
Perkuat Ekosistem Emas...
Perkuat Ekosistem Emas Nasional, Pegadaian Resmi Jadi Bagian Pendirian Indonesia Bullion Market Association (IBMA)
2 jam yang lalu
Nikmati Pengalaman Nonton...
Nikmati Pengalaman Nonton Terbaik di XXI dengan Penawaran Eksklusif dari BRI
2 jam yang lalu
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
3 jam yang lalu
Infografis
Melawan Donald Trump,...
Melawan Donald Trump, 7 Kampus Elite AS Kehilangan Dana Miliaran Dolar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved