Genjot Komponen Lokal di Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya

Senin, 06 Agustus 2018 - 21:47 WIB
Genjot Komponen Lokal...
Genjot Komponen Lokal di Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya
A A A
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan, pemerintah menggenjot komponen lokal di proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya. Kajian mendalam sedang dilakukan supaya Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) ini diangkat tinggi.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri menjelaskan, proses masih dalam tahap pembicaraan terkait detil model pembiayaan kereta cepat Jakarta-Surabaya. Keputusan itu ditargetkan selesai tujuh bulan lagi

Sementara, saat ini sedang dilakukan pengkajian dengan kemungkinan memakai skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). "Kita survei supaya bisa dapat skema pembiayaan dengan KPBU," ujarnya di Jakarta, Senin (6/8/2018).

Zulfikri menjelaskan, pihaknya secara detil melakukan survei ke lapangan untuk mendapat desain lebih rinci lagi. Sebab, sebagai contoh ada 297 lintasan sebidang yang akan dijadikan flyover.

"Belum kita lihat size masing-masing diperlukan berapa. Kita hitung detil di lapangan," katanya.

Kalaupun ground breaking mundur, Zulfikri menyampaikan, tetap masih pada 2019. Untuk memulainya lebih dulu ditentukan model pembiayaan ini. "Model pembiayaan cari yang murah dan cepat. Makanya kita masih dengan pendampingan BPPT," tutur dia.

Dia menambahkan, setelah pra feasibility study (FS), pemerintah sudah sepakat membangun kereta cepat Jakarta-Surabaya dengan menambah satu jalur di trek existing. Jenis relpun telah disepakati menggunakan narrow gauge alias rel sempit yang memiliki ukuran lebar 1.067 meter.

"Sudah disepakati dengan 1.067. Proses sekarang paralel mana yang bisa kita lakukan dengan tenaga ahli kita, tapi teknis di JICA. Kemarin kita lakukan paralel trase dulu dengan BPPT karena ada perbaikan lengkung," pungkas Zulfikri.

Adapun kondisi sekarang, JICA sedang melakukan lelang konsultan dengan target awal November tahun ini baru datang dari Jepang. Sedangkan dari pihak Indonesia sudah mulai melakukan survei.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Angkutan Laut Dibuka...
Angkutan Laut Dibuka 7 Juni, Kemenhub Minta Antisipasi New Normal
Izin Operasional Belum...
Izin Operasional Belum Keluar, Sarana dan Prasarana Kereta Cepat Dicek Kemenhub
Kemenhub Targetkan Fasilitas...
Kemenhub Targetkan Fasilitas Pendukung Feeder Kereta Cepat Rampung Akhir 2023
Kemenhub: Izin Operasional...
Kemenhub: Izin Operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung Masih Berjalan
Regulasi Kereta Cepat...
Regulasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ditargetkan Rampung Awal Tahun 2022
Jalankan Prinsip Pola...
Jalankan Prinsip Pola Kemitraan, Kemenhub Raih Penghargaan dari KPPU
Berita Terkini
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
57 menit yang lalu
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
1 jam yang lalu
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
2 jam yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
2 jam yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
2 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
3 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved