Ini Instruksi Jokowi untuk Perkuat Cadangan Devisa dan Rupiah

Selasa, 14 Agustus 2018 - 16:52 WIB
Ini Instruksi Jokowi...
Ini Instruksi Jokowi untuk Perkuat Cadangan Devisa dan Rupiah
A A A
JAKARTA - Beberapa saat setibanya kembali di Jakarta seusai meninjau penanganan korban gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung memimpin Rapat Terbatas tentang Lanjutan Strategi Kebijakan Memperkuat Cadangan Devisa.

Dalam rapat tersebut, Presiden menegaskan bahwa memperkuat cadangan devisa merupakan hal yang sangat penting yang harus dilakukan agar ketahanan ekonomi semakin kuat, terutama dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global, termasuk dampak krisis di Turki.

"Kita juga harus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah pada nilai yang wajar, inflasi yang rendah, defisit transaksi berjalan yang aman," kata Presiden seperti dilansir Sekretariat Kabinet, Selasa (14/8/2018).

Menurut Presiden, dilihat dari sisi fiskal, menteri keuangan telah mengelola dengan sangat hati-hati sehingga defisit APBN bisa di angka 2,12% dan diperkirakan lebih rendah lagi pada tahun depan.

Sementara di sisi moneter, Presiden juga melihat pengelolaan oleh Bank Indonesia (BI) juga telah sangat berhati-hati. Sementara dari sisi sektor keuangan, Presiden melihat rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perbankan masih sangat kuat berada di posisi 22%. Hal itu diyakini mampu menjaga sektor keuangan nasional dari dampak gejolak eksternal.

Terlepas dari itu, Presiden meminta semua pihak untuk terus memperkuat cadangan devisa. Terkait dengan itu, Presiden Jokowi meminta penjelasan mengenai progress di lapangan atas sejumlah langkah yang telah diputuskan untuk melakukan hal itu.

Di antaranya, percepatan pelaksanaan mandatori biodiesel B20 serta peningkatan penggunaan kandungan lokal untuk mengurangi impor.

Masih terkait dengan pengendalian impor, Presiden meminta Kementerian Perdagangan dan Bea Cukai agar betul-betul mencermati secara detail mengenai impor yang dilakukan selama ini. Impor, tegas dia, sebaiknya hanya dilakukan untuk bahan baku yang sangat penting dan tidak memiliki substitusi di dalam negeri.

Presiden juga mengingatkan perlunya percepatan pembangunan infrastruktur yang mendukung pariwisata, terutama pada lokasi-lokasi pariwisata prioritas yang telah ditetapkan. Karena sektor ini akan cepat mampu menambah dan memperkuat cadangan devisa.

Rapat terbatas itu dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Gubernur BI Pery Warjiyo, Ketua OJK Muliaman D Hadad, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala Staf Presiden Moeldoko.

Selain itu juga hadir Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menkumham Yasona M Laoly, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Perhubungan Budi K Sumadi, Menteri ESDM Ignatius Jonan, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kepala BKPM Thomas Lembong, Kepala BPS Suhariyanto, Dirut PLN Sofyan Basir, dan Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Asyik, Kenaikan Cadev...
Asyik, Kenaikan Cadev Bakal Dorong Stabilitas Rupiah
Jurus BI Selamatkan...
Jurus BI Selamatkan Rupiah tanpa Korbankan Cadangan Devisa
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
Intervensi Rupiah Kuras...
Intervensi Rupiah Kuras Cadangan Devisa Rp37 Triliun per Bulan, Sistem Keuangan Dinilai Tak Sehat
Momentum ketika Jokowi...
Momentum ketika Jokowi Bertemu Joko Widodo
Cadev Akhir Juli 2024...
Cadev Akhir Juli 2024 Naik Jadi USD145,4 Miliar Saat Rupiah Ambles, Ini Sebabnya
Berita Terkini
Borong 20 Pesawat Boeing...
Borong 20 Pesawat Boeing Rp126 T, Taipan Filipina Selamatkan Maskapai Nasional dari Kebangkrutan
52 menit yang lalu
IHSG Senin Depan Diprediksi...
IHSG Senin Depan Diprediksi Lanjut Koreksi, Cermati Area 6.074-6.146
1 jam yang lalu
Ramalan Goldman Sachs...
Ramalan Goldman Sachs soal Harga Minyak Dunia Diwarnai Skenario Buruk Tembus USD145 per Barel
2 jam yang lalu
Ini Daftar Lengkap 60...
Ini Daftar Lengkap 60 Negara Terdampak Tarif Baru AS: Indonesia Kena 10%, Siapa Digetok 12,5%?
3 jam yang lalu
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
14 jam yang lalu
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
14 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved