Rini dan Jonan Bersatu Kurangi Impor Migas di Pertamina

Kamis, 16 Agustus 2018 - 22:52 WIB
Rini dan Jonan Bersatu...
Rini dan Jonan Bersatu Kurangi Impor Migas di Pertamina
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan PT Pertamina (Persero) untuk mengurangi impor migas sebagai upaya mengantisipasi menguatnya dolar Amerika Serikat. Presiden meminta Pertamina untuk membeli seluruh lifting minyak kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).

Menanggapi hal ini, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menuturkan, dirinya akan bekerja sama dengan Menteri ESDM Ignasius Jonan untuk menambah jumlah lifting migas dalam negeri dengan cara membeli blok-blok migas. Sehingga Pertamina bisa mengurangi jumlah impor migas.

"Pak Jonan bilang lifting migas domestik akan dibeli oleh Pertamina. Jadi untuk mengurangi impor Pertamina juga ada beberapa stok dari SKK Migas yang selama ini tidak terpakai, kita juga akan ambil dan masuk ke kilang kita (Pertamina)," ujar Rini di Kompleks DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (16/8/2018).

Dalam nota keuangan yang dibacakan Presiden Joko Widodo, pada 2019, lifting minyak bumi diperkirakan mencapai rata-rata 750 ribu barel per hari. Sementara lifting gas bumi diperkirakan rata-rata 1.250 ribu barel setara minyak per hari. Perkiraan tingkat lifting tersebut berdasarkan kapasitas produksi dan tingkat penurunan alamiah lapangan-lapangan migas yang ada, penambahan proyek yang akan segera beroperasi, serta rencana kegiatan produksi 2019.

Selain itu, cara lain yang akan dilakukan Rini adalah menahan proyek-proyek milik Pertamina dan PT PLN (Persero) yang belum masuk financial closing. Namun, untuk proyek-proyek yang dapat pendanaan dari luar negeri yang memakai barang impor tidak berdampak ke neraca pembayaran.

Namun, Rini mengaku tak tahu sampai kapan impor ini akan ditekan. Yang pasti saat ini, pemerintah tengah melakukan review komponen-komponen mana saja yang tidak terlalu dibutuhkan.

"Mungkin kita butuhkannya 18 bulan dari sekarang. Yang belum financial close, mungkin ada alat-alat yang bisa kita lihat kalau 18 bulan atau 24 bulan dari sekarang, kita sudah bisa bikin. Nah ini yang kita sedang detilkan dengan menperin," jelasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menteri BUMN Sapa Pekerja...
Menteri BUMN Sapa Pekerja Pertamina, Sebut Integrator Ekonomi Indonesia
Siap Bangun Kilang,...
Siap Bangun Kilang, Indonesia Targetkan Tidak Lagi Impor BBM Tahun 2026
Tekan Impor, Menteri...
Tekan Impor, Menteri BUMN Minta PT Berdikari Perkuat Kapasitas Produksi Daging
Erick Rombak 9 BUMN...
Erick Rombak 9 BUMN dalam Sepekan, Ini Rinciannya
Nicke Kembali Jabat...
Nicke Kembali Jabat Dirut Pertamina, Erick Tugasi IPO Anak Usaha dalam 2 Tahun
Restrukturisasi Pertamina...
Restrukturisasi Pertamina Ditegaskan Sesuai Buku Putih dan Roadmap BUMN
Berita Terkini
Pupuk Kaltim Dukung...
Pupuk Kaltim Dukung Pengembangan SDM melalui Olahraga
16 menit yang lalu
Pimpin BGN, Sudaryono...
Pimpin BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wakil Menteri Pertanian
23 menit yang lalu
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
46 menit yang lalu
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Catat 10 Tahun Beruntun dengan Jumlah MDRT Terbanyak di RI
1 jam yang lalu
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
1 jam yang lalu
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
1 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved