Wall Street Cetak Rebound Terimbas Rencana Dialog AS-China

Jum'at, 17 Agustus 2018 - 08:05 WIB
Wall Street Cetak Rebound...
Wall Street Cetak Rebound Terimbas Rencana Dialog AS-China
A A A
JAKARTA - Bursa saham Amerika Serikat (AS) alias Wall Street mencetak rebound pada perdagangan, Kamis kemarin waktu setempat ketika Dow Jones membukukan kenaikan persentase terbesar dalam lebih dari empat bulan. Hal ini terimbas laporan pendapatan positif serta memudarnya kegelisahan konflik dagang untuk mendorong kepercayaan investor.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (17/8/2018) ketiga indeks utama AS mencetak rally untuk berakhir lebih tinggi pasca aksi jual dalam perdagangan, Rabu kemarin. Saham Walmart Inc (WMT.N) melonjak 9,3% usai peritel terbesar di dunia saat pendapatan melampaui estimasi dan merilis pertumbuhan penjualan toko yang sama dalam satu dekade.

Tercatat Dow Jones Industrial Average meningkat mencapai sebesar 396,32 poin atau setara 1,58% menjadi 25.558,73 sedangkan indeks S & P 500 lebih tinggi 22,32 poin atau 0,79% ke level 2.840,69. Selanjutnya komposit Nasdaq bertambah 32,41 poin atau 0,42% di posisi 7.806,52.

Situasi ketegangan perdagangan yang mulai mereda memberikan kelonggaran bagi industri yang rentan terkena dampat kebijakan tarif tinggi. Sentimen tersebut mendorong kenaikan Dow Jones Industrial Average yang dipimpin lompatan saham Boeing (BA.N) dan Caterpillar (CAT.N) mengakhiri sesi masing-masing bertambah 4,3% serta 3,2%. Ditambah sektor industri S & P 500 meningkat sebesar 1,2%.

Meningkatnya retorika tarif mendinginkan berita bahwa Beijing akan mengirim delegasi ke Washington untuk membantu menyelesaikan konflik perdagangan yang berkembang antara dua ekonomi terbesar dunia. Keseluruhan dari 11 sektor utama indeks S & P 500 mengakhiri sesi lebih tinggi, dengan lonjakan sektor telekomunikasi.

Sementara 463 perusahaan S & P 500 membukukan laba 79,3% telah melampaui perkiraan analis, menurut Thomson Reuters. Saham Cisco Systems Inc (CSCO.O) naik 3,0% setelah mengalahkan pendapatan dan target laba Wall Street.

Di antara kinerja negatif, saham J.C. Penney Co Inc (JCP.N) membukukan penutupan terendah sepanjang masa, usai terjun bebas 27,0% setelah membukukan hasil yang mengecewakan dan memperkirakan kerugian setahun penuh yang lebih buruk dari perkiraan. Tercatat volume perdagangan bursa utama AS mencapai 6,39 miliar saham dibandingkan dengan rata-rata 6,53 miliar saham.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Rupiah Menguat, IHSG...
Rupiah Menguat, IHSG Hari Ini Ditutup Melejit Nyaris 2%
4 menit yang lalu
AHY Targetkan Bandara...
AHY Targetkan Bandara Soekarno-Hatta Tembus 10 Besar Terbaik Dunia di 2029
17 menit yang lalu
Apindo: DSI Bisa Perkuat...
Apindo: DSI Bisa Perkuat Tata Kelola Ekspor Tanpa Menambah Beban Dunia Usaha
29 menit yang lalu
MNC Bank Jambi Serahkan...
MNC Bank Jambi Serahkan Hadiah Motor Program Tabungan Dahsyat
59 menit yang lalu
Bendungan Bulango Ulu...
Bendungan Bulango Ulu Garapan Brantas Abipraya Siap Dukung Ketahanan Pangan dan Air di Gorontalo
1 jam yang lalu
Prinsip Berkelanjutan,...
Prinsip Berkelanjutan, Jasa Marga Tingkatkan Pengelolaan Green Toll Road
1 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved