Nilai Tukar Rupiah Dipatok Rp14.400/USD, Pemerintah Disebut Pasrah

Sabtu, 18 Agustus 2018 - 19:09 WIB
Nilai Tukar Rupiah Dipatok...
Nilai Tukar Rupiah Dipatok Rp14.400/USD, Pemerintah Disebut Pasrah
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang dipatok pada kisaran Rp14.400/USD dalam RAPBN 2019 dinilai oleh ekonom menjadi sinyal kepasrahan pemerintah terhadap pelemahan mata uang Garuda. Ekonom dari Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara menerangkan pemerintah seperti pasrah dalam menghadapi tantangan ekonomi.

"Kurs rupiah yang ditargetkan Rp14.400/USD menunjukkan pemerintah setengah berpasrah diri terhadap kemungkinan pelemahan rupiah berlangsung hingga tahun depan. Tekanan Fed rate, krisis Turki, perang dagang dan situasi geopolitik memang cukup berat tahun depan," ujar Bhima kepada SINDOnews di Jakarta, Sabtu (18/8/2018).

Lebih lanjut, Ia menyarankan agar seharusnya pemerintah menetapkan pada kisaran Rp14.000/USD. Pasalnya pemerintah diyakini bisa menghadapi gejolak rupiah di tahun sebelumnya, atau bahkan menurutnya dipatok lebih rendah.

"Karena biasanya realisasi kurs selalu di atas target APBN. Misalnya di 2018 targetnya Rp13.500 tapi sekarang sudah Rp14.600/USD. Artinya jika tahun depan Rp14.400/USD bisa jadi Rp14.700 hingga Rp14.800/USD bahkan lebih. Sinyal yang ditangkap dunia usaha juga kurang bagus. Itu jadi beban ke ekonomi karena pengusaha lihat asumsi makro rupiah Rp14.400/USD sehingga mereka akan tunda ekspansi. Nanti pengaruhnya ke semua sektor," paparnya.

Sebelumnya dalam laporan nota keuangan pemerintah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerangkan alasan rupiah dipatok Rp14.400 per dolar Amerika Serikat (USD) karena melihat kondisi eksternal. "Baik dari faktor dinamika ekonomi negara maju, termasuk normalisasi kebijakan moneter di Amerika Serikat dan Eropa, serta perkembangan ekonomi Tiongkok. Perlu kita sadari bersama bahwa tantangan ini tidak hanya dialami oleh Rupiah, tetapi juga oleh banyak mata uang global," jelas Jokowi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Balik Arah, Rupiah Menguat...
Balik Arah, Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.251 Sore Ini
Rupiah Tertekan Meski...
Rupiah Tertekan Meski Indeks Dolar AS Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah...
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp15.036
Rupiah Punya Peluang...
Rupiah Punya Peluang Saat Penguatan Dollar AS Tertahan di Tengah Sikap Wait and See
Rupiah Tengah Pekan...
Rupiah Tengah Pekan Dibuka Loyo ke Rp14.853/USD Iringi Kejatuhan Pounds
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
1 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
3 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
3 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
4 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved