Utang Luar Negeri Triwulan II/2018 Capai Rp5.122 Triliun

Senin, 20 Agustus 2018 - 21:14 WIB
Utang Luar Negeri Triwulan...
Utang Luar Negeri Triwulan II/2018 Capai Rp5.122 Triliun
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat, utang luar negeri (ULN) Indonesia pada triwulan II/2018 tumbuh melambat. ULN Indonesia pada akhir triwulan II/2018 tercatat sebesar USD355,7 miliar (sekitar Rp5.122 triliun pada kurs Rp14.400/USD). Total utang itu terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar USD179,7 miliar serta utang swasta USD176 miliar.

ULN Indonesia pada akhir triwulan II/2018 tersebut tercatat tumbuh 5,5% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang mencapai 8,9% (yoy). Perlambatan pertumbuhan ULN tersebut bersumber dari melambatnya pertumbuhan ULN baik di sektor pemerintah maupun sektor swasta.

BI mengklaim, ULN pemerintah tumbuh melambat sejalan dengan pengelolaan fiskal yang resilient di tengah tekanan global dan strategi pembiayaan yang diupayakan untuk lebih mengoptimalkan sumber dari pasar domestik.

Posisi ULN pemerintah pada akhir triwulan II/2018 turun dibandingkan posisi ULN pada akhir triwulan I/2018 karena adanya net pelunasan pinjaman dan SBN domestik yang dibeli kembali oleh investor domestik.

"Menguatnya dolar AS dan ketegangan perdagangan antara AS dan China turut memengaruhi fluktuasi di pasar SBN domestik. Namun, pengelolaan fiskal oleh pemerintah mampu meredam tekanan global tersebut," ungkap BI dalam keterangan resminya, Senin (20/8/2018).

Di samping itu, pemerintah menargetkan pemenuhan pembiayaan APBN lebih banyak bersumber dari pasar domestik. Dengan perkembangan tersebut, ULN pemerintah pada akhir triwulan II/2018 tumbuh 6,1% (yoy), melambat dibandingkan triwulan I/2018 sebesar 11,6% (yoy) menjadi sebesar USD176,5 miliar, yang terbagi dari SBN (SUN dan SBSN/Sukuk Negara) milik non-residen sebesar USD122,3 miliar dan pinjaman dari kreditur asing sebesar USD54,2 miliar.

ULN swasta juga tumbuh melambat terutama pada ULN sektor industri pengolahan dan sektor pengadaan listrik, gas, dan uap/air panas (LGA). Pertumbuhan ULN sektor industri pengolahan dan sektor LGA pada triwulan II/2018 masing-masing tercatat sebesar 1,1% (yoy) dan 16,1% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya.

Sementara itu, pertumbuhan ULN sektor pertambangan dan sektor keuangan meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 72,2%, relatif sama dengan pangsa pada triwulan sebelumnya.

Lebih lanjut, BI menegaskan bahwa struktur ULN total pada triwulan II/2018 tetap terkendali dalam level yang sehat. "Hal ini tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir triwulan II/2018 yang stabil di kisaran 34%. Rasio tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan rata-rata negara yang setara," jelas BI.

Berdasarkan jangka waktu, struktur ULN Indonesia pada akhir triwulan II/2018 tetap didominasi ULN berjangka panjang yang memiliki pangsa 86,6% dari total ULN.

"Bank Indonesia berkoordinasi dengan pemerintah terus memantau perkembangan ULN dari waktu ke waktu untuk mengoptimalkan peran ULN dalam mendukung pembiayaan pembangunan, tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian," pungkas BI.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Utang RI Menumpuk Akibat...
Utang RI Menumpuk Akibat Pandemi, Rekomendasi Ini Bisa Diambil Pemerintah
Catet Nih! Utang Indonesia...
Catet Nih! Utang Indonesia Turun ke Rp5.662 Triliun
Utang Pemerintah Masih...
Utang Pemerintah Masih Akan Menumpuk hingga Akhir Tahun, Apa Penyebabnya
Terungkap! Utang Pemerintah...
Terungkap! Utang Pemerintah Separuh Lebih dari Pinjaman Asing
Utang Luar Negeri RI...
Utang Luar Negeri RI Melambat di Bulan Juli Bukan Kabar Baik, Kok Bisa?
Politisi Gerindra: Beban...
Politisi Gerindra: Beban Utang Besar Bisa Bahayakan Kedaulatan NKRI
Berita Terkini
IHSG Senin Depan Diprediksi...
IHSG Senin Depan Diprediksi Lanjut Koreksi, Cermati Area 6.074-6.146
56 menit yang lalu
Ramalan Goldman Sachs...
Ramalan Goldman Sachs soal Harga Minyak Dunia Diwarnai Skenario Buruk Tembus USD145 per Barel
1 jam yang lalu
Ini Daftar Lengkap 60...
Ini Daftar Lengkap 60 Negara Terdampak Tarif Baru AS: Indonesia Kena 10%, Siapa Digetok 12,5%?
2 jam yang lalu
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
13 jam yang lalu
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
13 jam yang lalu
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
13 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved