Dolar AS Kembali Menguat Karena Risalah Federal Reserve

Rabu, 22 Agustus 2018 - 17:47 WIB
Dolar AS Kembali Menguat...
Dolar AS Kembali Menguat Karena Risalah Federal Reserve
A A A
NEW YORK - Setelah sempat melemah karena kritikan Presiden AS Donald Trump terhadap kenaikan suku bunga The Fed, dolar Amerika Serikat kembali menguat terhadap sejumlah mata uang di dunia. Pendorongnya risalah pertemuan terakhir The Fed yang mengkonfirmasi bank sentral AS itu berada di jalur untuk menaikkan suku bunga dua kali lebih banyak pada tahun ini.

"Kelihatannya The Fed bakal mendaki (menaikkan suku bunga) pada bulan September dan kemudian di bulan Desember. Belum ada indikasi bahwa The Fed ragu-ragu (setelah kritikan Trump)," kata analis mata uang di Nordea, Niels Christensen.

Melansir dari Reuters, Rabu (22/8/2018), hasil risalah tersebut membuat indeks USD terhadap enam mata uang utama naik 0,1% menjadi 95,276. Hal ini membuat euro tergelincir 0,1% menjadi USD1,1563, akibat kekhawatiran krisis mata uang lira Turki dan kekhawatiran politik di Italia.

Dolar Australia turun 0,4% menjadi 0,7345, karena adanya tantangan di dalam negeri soal kepemimpinan Perdana Menteri Malcolm Turnbull. Dolar AS juga naik tipis 0,1% terhadap yen Jepang menjadi 110,41 yen.

Mata uang George Washington juga menguat 0,3% terhadap poundsterling Inggris menjadi USD1,2871 per GBP pada pukul 08:07 GMT. Sterling melemah setelah menguat 12 hari terhadap USD. Disebabkan oleh kembalinya risiko Brexit, ditengah pembicaraan Inggris dan Uni Eropa yang belum menemukan kata sepakat soal struktur hubungan perdagangan mereka ke depan setelah bercerai.

Yuan China diperdagangkan melemah 0,2% menjadi 6,8442 per USD, begitu pula dengan mata uang negara berkembang lainnya yang loyo terhadap USD. Dolar Selandia Baru melawan tren, dengan naik ke level 0,6772 setelah data penjualan ritel kuartal II 2018 yang menguat, melampaui perkiraan bank sentral Selandia Baru.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Menguat saat...
Rupiah Menguat saat Banyak Mata Uang Asia Melemah
5 Mata Uang Paling Banyak...
5 Mata Uang Paling Banyak Digunakan di Dunia, Nomor 1 Transaksi Hariannya Tembus Rp43.500 Triliun
8 Efek Mata Uang Baru...
8 Efek Mata Uang Baru BRICS terhadap Dollar AS jika Sudah Berlaku
Deretan Negara Ini Tak...
Deretan Negara Ini Tak Mempunyai Mata Uang, Salah Satunya Tetangga Indonesia
Mata Uang BRICS Bakal...
Mata Uang BRICS Bakal Gantikan Dolar Disebut Gagasan Konyol
Apakah Bitcoin Bisa...
Apakah Bitcoin Bisa Menggantikan Dolar AS di Masa Depan?
Berita Terkini
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
6 jam yang lalu
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
6 jam yang lalu
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
7 jam yang lalu
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
7 jam yang lalu
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
8 jam yang lalu
Rumah BUMN SIG di Rembang...
Rumah BUMN SIG di Rembang Catat Transaksi Rp6,9 Miliar
8 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved