Rayakan Idul Adha Tanpa Sampah Plastik

Kamis, 23 Agustus 2018 - 11:24 WIB
Rayakan Idul Adha Tanpa...
Rayakan Idul Adha Tanpa Sampah Plastik
A A A
JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim) terus mengajak masyarakat untuk mengurangi sampah plastik, termasuk saat merayakan hari raya kurban Idul Adha 1439 Hijriah yang jatuh pada tanggal 22 Agustus 2018.

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Maritim, Agung Kuswandono membawa komitmen mengurangi penggunaan plastik saat merayakan Idul Adha di kampung halamannya, Banyuwangi, Jawa Timur.

Deputi Agung menggunakan besek anyaman bambu dialasi daun jati sebagai tempat untuk menaruh daging hewan kurban yang dibagikan kepada warga yang membutuhkan. Saat sebagian besar masyarakat masih memilih menggunakan plastik kresek sebagai tampat menaruh daging kurban, Agung menegaskan kalau plastik kresek bida diganti dengan besek bambu.

"Plastik bisa diganti besek dan daun jati. Bentuknya lebih manis dan berkelas, yang paling penting, tentunya lebih ramah lingkungan" kata Agung melalui pesan singkat yang diterima SINDOnews di Jakarta, Kamis (23/8/2018).

Plastik yang digunakan sebagai kemasan makanan harus memenuhi standar food grade, jadi tidak boleh sembarangan. Sementara plastik dengan standar food grade harganya umumnya tidak semurah kantong kresek biasa. Deputi Agung menegaskan penggunaan besek dengan daun jati lebih aman karena menggunakan bahan alami.

"Tentu terjamin (kualitasnya). Bahan yang dipakai alami, langsung dari alam. Ada yang bilang kalau daging dibungkus daun jati rasanya akan lebih enak," ujarnya.

Agung menambahkan bahwa penggunaan besek dan daun jati banyak manfaatnya bahkan jauh lebih baik daripada plastik. "Ini memberdayakan perajin besek, memberdayakan ekonomi masyarakat kecil. Kemasannya lebih manis, lebih ramah lingkungan. Setelah dipakai, kemasan ini bisa dipergunakan untuk tempat bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih."

Kesempatan merayakan Idul Adha di kampung halaman tidak hanya sebagai momen ibadah tapi juga mengajak masyarakat terus mengurangi sampah plastik. Indonesia sudah darurat sampah plastik. Plastik sekali pakai seperti kantong kresek hanya akan menjadi sampah yang susah diurai secara alamiah.

Komitmen pengurangan pemakaian plastik harus terus dilakukan tidak hanya untuk mencapai target Indonesia bebas sampah plastik tahun 2020, melainkan harus menjadi prilaku sehari-hari. "Mari kita bersama-sama mengurangi penggunaan plastik. Mari kita mulai dari diri sendiri," pungkas Deputi Agung.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jamin Keamanan Wilayah...
Jamin Keamanan Wilayah Pesisir Laut Arafura, Kemenko Marves Lakukan Ini
Luhut: Jangan Terlena...
Luhut: Jangan Terlena Lokasi Strategis, Kebesaran Wilayah hingga SDA Melimpah
Investor China Siap...
Investor China Siap Kucurkan Investasi USD8 Miliar ke Proyek Kilang di Batam
Kurangi Sampah Plastik...
Kurangi Sampah Plastik di Laut, Luhut Gandeng Australia
Profil Rizal Ramli,...
Profil Rizal Ramli, Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman
Tinggal Tapi Engga Bayar,...
Tinggal Tapi Engga Bayar, Luhut Pelototi Kapal-kapal Asing yang Masuk ke Labuan Bajo
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
15 menit yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
6 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
6 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
7 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
8 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
8 jam yang lalu
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved