Produsen Masjid Berjalan Jepang Tertarik Investasi di Indonesia

Senin, 27 Agustus 2018 - 21:01 WIB
Produsen Masjid Berjalan...
Produsen Masjid Berjalan Jepang Tertarik Investasi di Indonesia
A A A
JAKARTA - Pengusaha Jepang telah memproduksi masjid berjalan sebagai fasilitas shalat bagi umat muslim pada Olimpiade di Tokyo 2020 mendatang. Kini, pengusaha Jepang tersebut membuka peluang untuk memproduksi masjid berjalan itu di Indonesia.

CEO Yasu Project Yasuhara Inoue mengatakan, masjid berjalan berupa truk tersebut mulai dibangun sejak 4 tahun lalu. Truk seberat 25 ton yang disematkan teknologi canggih besutan Jepang tersebut bisa berubah menjadi masjid dengan kapasitas 50 orang.

Di dalam truk seharga Rp14 miliar per unit tersebut sudah tersedia fasilitas wudhu, empat unit AC, sistem penentuan arah kiblat dan pencahayaan yang bagus untuk shalat. Masjid berjalan ini, katanya, akan disediakan untuk sarana menjalankan ibadah shalat lima waktu para atlet dan pengunjung Olimpiade dan Paralimpik Tokyo 2020.

Yasuharu menyampaikan, pembuatan masjid berjalan ini sepenuh hati dipersembahkan kepada umat Islam sebagai bagian dari keramahtamahan (omotenashi) negara Jepang. Pencipta masjid berjalan ini menuturkan, setelah satu bulan diluncurkan di Jepang, pihaknya sudah kewalahan dengan banyaknya permintaan dari luar negeri.

Yasuharu mengatakan, pihaknya sudah memperkenalkan masjid berjalan kepada Kementerian Perindustrian dalam sebuah presentasi dengan harapan pemerintah Indonesia dapat memahami kendaraan multifungsi itu sepenuhnya. Dia menuturkan, Yasu Project di masa depan tertarik untuk memproduksi masjid berjalan tersebut di Indonesia.

"Indonesia bisa jadi basis produksi, lalu nanti bisa diekspor ke mana-mana," ujarnya di Jakarta, Senin (27/8/2018).

Menurut Yasuharu, investasi masjid berjalan di Indonesia ini mudah untuk direalisasikan. Namun, kata dia, sebelum itu harus ada pelatihan langsung di Jepang agar ada alih teknologi pembuatan masjid itu dari negara asalnya.

"Investasi soal gampang. Tapi harus ada yang belajar dulu ke Jepang karena ini (teknologinya) khusus sekali. Baru dari situ kita bisa hitung (investasi) dan mencari partner di Indonesia," tuturnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Investasi Project Based...
Investasi Project Based Sukuk Syariah Dijamin Negara
Lewat Project Patungan...
Lewat Project Patungan Bisnis Terus Hasilkan Revenue Business Positif
Relokasi 7 Perusahaan...
Relokasi 7 Perusahaan dari China Bisa Berjalan Jika Hambatan Daya Saing Dihapus
Pejabat BI: Banyak Negara...
Pejabat BI: Banyak Negara Non Muslim Melirik Ekonomi Syariah
Project Anagata, Karya...
Project Anagata, Karya Baru Bisnis Properti Telah Lahir di Bali
Bahlil Sebut Investasi...
Bahlil Sebut Investasi Xinyi Group di Rempang Harus Tetap Berjalan demi Kepentingan Rakyat
Berita Terkini
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
1 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
2 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
3 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
5 jam yang lalu
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
6 jam yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
8 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved