Pejabat BI: Banyak Negara Non Muslim Melirik Ekonomi Syariah

Jum'at, 02 Oktober 2020 - 15:59 WIB
loading...
Pejabat BI: Banyak Negara...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Sugeng mengatakan bahwa saat ini sudah banyak negara non muslim yang melirik sektor ekonomi syariah sebagai prospek bisnis yang menjanjikan.

Untuk itu, Indonesia yang memiliki populasi penduduk muslim terbanyak seharusnya bisa menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah, bukan hanya di Asia Tenggara tapi juga di dunia. ( Baca juga:Indonesia Waspadalah! Ketidakpastian Kian Nyata Pasca Trump Positif Corona )

"Kita perlu memahami bahwa ekonomi syariah ini bisa berdampak pada ekonomi makro dan juga pada aspek sosial," ujar Sugeng dalam High Level Seminar ISEF 2020 on Halal Lifestyle: "New Strategy and Business Model of Halal Business" di Jakarta, Jumat (2/10/2020).

Dari segi ekonomi makro, ekonomi syariah akan membantu menjaga, bahkan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Juga menawarkan substitusi impor yang akan mengundang foreign direct investment (FDI) ke Indonesia, serta mengurangi current account deficit (CAD).

"Dari aspek ekonomi mikro, akan terjalin hubungan bisnis halal global antara pemain bisnis nasional dan internasional. Juga akan mendorong kecocokan bisnis serta mendatangkan tawaran-tawaran investasi," ungkap Sugeng.

Untuk dampak sosial, ekonomi syariah akan meningkatkan kontribusi keuangan sosial ke pembangunan nasional, dan mendukung inisiatif global untuk mengurangi angka kemiskinan ekstrim. ( Baca juga:Pengunggah Foto Wapres Ma'ruf Amin-'Kakek Sugiono' Digiring ke Jakarta )

"Perlu diingat juga agar keuangan syariah, baik yang komersil dan sosial untuk berjalan berdampingan," pungkas Sugeng.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Rupiah Terus Melemah,...
Rupiah Terus Melemah, BI Keluarkan Lima Jurus Tambahan
Darurat Rupiah, BI Kembali...
Darurat Rupiah, BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50% dan Rilis 4 Operasi Moneter
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Dilema Bank Indonesia:...
Dilema Bank Indonesia: Menjaga Rupiah demi Menjaga Masa Depan Ekonomi
Rekomendasi
Roy Suryo Laporkan Lechumanan...
Roy Suryo Laporkan Lechumanan dan Rismon Sianipar, Ade Darmawan: Berarti Dia Ngajak Perang
Hasil Survei: Publik...
Hasil Survei: Publik Puas dengan Kinerja Prabowo-Gibran, Dukung Program MBG dan KDKMP
Bahlil Izin Panggil...
Bahlil Izin Panggil Kanda ke Prabowo: Supaya Olahannya Cepat Masuk
Berita Terkini
Harga BBM dan LPG Subsidi...
Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik Seperti Pertamax, Bahlil: Itu Perintah Presiden
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Komisi XII Ingatkan Dampaknya terhadap Daya Beli
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Berbagai Jenis ETF Sebelum Berinvestasi
Rupiah Membaik Tinggalkan...
Rupiah Membaik Tinggalkan Level Rp18.000 per USD, Ini Sentimennya
Jaga Distribusi Energi,...
Jaga Distribusi Energi, Elnusa Petrofin Beri Apresiasi Awak Mobil Tangki
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Infografis
Tanpa Italia, Ini Daftar...
Tanpa Italia, Ini Daftar Lengkap 48 Negara Kontestan Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved