Wall Street Menguat Karena Pembicaraan Perdagangan AS-Kanada

Kamis, 30 Agustus 2018 - 07:01 WIB
Wall Street Menguat...
Wall Street Menguat Karena Pembicaraan Perdagangan AS-Kanada
A A A
NEW YORK - Pasar saham Amerika Serikat alias Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Rabu waktu setempat, karena investor mencermati dimulainya kembali pembicaraan perdagangan antara AS dengan Kanada.

Sentimen positif tersebut mendorong saham-saham teknologi melanjutkan reli. Melansir dari CNBC, Kamis (30/8/2018), indeks Nasdaq naik 1% menjadi 8.109,69. Indeks S&P 500 menguat 0,6% menjadi 2.914,04, untuk pertama kalinya menembus level 2.900. Dow Jones Industrial Average bertambah 60,55 poin menjadi 26.124,57.

Saham teknologi seperti Apple bertambah 1,5% ke level tertinggi sepanjang masa. Demikian juga saham Amazon naik 3,4% ke rekor, setelah Morgan Stanley memprediksi kapitalisasi pasar mereka mencapai USD1,2 triliun di tahun ini. Saham Amazon pun ditutup pada level USD1.998,10 per lembar saham. Saham induk Google, Alphabet naik sebesar 1,5% menjadi USD1.264,65 per lembar saham.

Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland mengatakan siap bergabung kembali dengan pembicaraan NAFTA yang baru, setelah Amerika dan Meksiko mengumumkan kesepakatan perdagangan bilateral. Freeland menambahkan, kesepakatan AS-Meksiko akan membantu memimpin jalan bagi diskusi produktif antara ketiga negara pada pekan ini.

Menteri Keuangan Amerika Serikat Steven Mnuchin mengatakan kepada CNBC, bahwa dia optimis bahwa negaranya akan mencapai kesepakatan dengan Kanada. Tetapi Gedung Putih juga siap untuk maju dengan Meksiko saja tanpa Kanada, jika mereka tidak mau dengan perjanjian yang baru. Pembicaraan perdagangan AS-Kanada akan dilakukan sebelum bulan Agustus berakhir.

"Ini selalu positif untuk pasar ketika ada negosiasi," kata Quincy Krosby, kepala strategi pasar di Prudential Financial. Kendati Meksiko akan dimpin oleh presiden yang baru, namun presiden yang akan berakhir jabatannya juga memiliki andil dalam kesepakatan tersebut. Dan ini akan 'menekan' Kanada, terlebih AS memiliki negosiator yang sama.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
54 menit yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
59 menit yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
1 jam yang lalu
Misteri Brankas Rahasia:...
Misteri Brankas Rahasia: Mengapa Banyak Negara Pilih Simpan Cadangan Emasnya di Luar Negeri?
2 jam yang lalu
BRI Hadirkan KKB Expo...
BRI Hadirkan KKB Expo Serentak di 131 Titik, Tawarkan Berbagai Promo Spesial untuk Masyarakat
3 jam yang lalu
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
3 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved