September Kelabu untuk Wall Street

Rabu, 05 September 2018 - 09:29 WIB
September Kelabu untuk...
September Kelabu untuk Wall Street
A A A
NEW YORK - Pasar saham Amerika Serikat alias Wall Street ditutup jatuh pada hari perdagangan pertama September, Selasa (4/9) waktu AS--setelah Senin merupakan libur Hari Buruh Nasional. September kelabu ini karena meningkatnya ketegangan perdagangan dengan Kanada dan China.

Melansir CNBC, Rabu (5/9), indeks S&P 500 mundur 0,2% menjadi 2.896,72 dengan penurunan pada saham telekomunikasi dan real estat. Nasdaq merosot 0,2% menjadi 8.091,25, dipimpin oleh penurunan saham Facebook, yang mengimbangi kenaikan di Amazon yang menjadikannya perusahaan AS kedua yang mencapai kapitalisasi pasar USD1 triliun. Dow Jones Industrial Average tergelincir 12,34 poin menjadi 25.952,48 karena jatuhnya saham Nike dan Verizon.

Akhir pekan lalu, AS dan Kanada gagal mengamankan perjanjian untuk menggantikan pakta NAFTA saat ini sebelum batas waktu Jumat lalu. Setelah kesepakatan telah dicapai dengan Meksiko, Presiden Donald Trump mengatakan "tidak ada keharusan politik untuk membuat Kanada berada dalam kesepakatan NAFTA yang baru."

Trump menambahkan bahwa Kongres seharusnya tidak campur tangan dalam perundingan, dan mengklaim bahwa jika hal itu terjadi, dia akan "hanya mengakhiri NAFTA sepenuhnya." Namun pembicaraan perdagangan dengan Kanada diharapkan kembali dilakukan pada minggu ini.

"Ketika pemimpin memiliki retorika semacam itu (meningkatnya ketegangan perdagangan) maka menjadi suram untuk pasar. Inilah yang terjadi," kata Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities.

Selain itu, para investor juga mengawasi pasar negara berkembang karena tertekan oleh meningkatnya kekhawatiran perdagangan dan dolar yang kuat.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
14 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
43 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved