Gapki Optimistis Pasar Sawit di Pakistan Terus Meningkat

Rabu, 05 September 2018 - 22:03 WIB
Gapki Optimistis Pasar...
Gapki Optimistis Pasar Sawit di Pakistan Terus Meningkat
A A A
KARACHI - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) meyakini pangsa pasar minyak sawit Indonesia di Pakistan ke depan bisa ditingkatkan. Saat ini, Indonesia menguasai sekitar 80% pasar minyak sawit di Pakistan.

"Pakistan memiliki jumlah penduduk yang besar dan akan terus bertambah. Selain itu konsumsi minyak nabati per kapitanya juga masih rendah," ujar Ketua Umum Gapki Joko Supriyono di Karachi, Pakistan, Rabu (5/9/2018).

Menurut Joko, konsumsi minyak nabati per kapita Pakistan saat ini sekitar 14-15 kg/kepala/tahun. Jumlah itu jauh di bawah Indonesia yang mencapai 21 kg/kepala/tahun atau dunia yang sekitar 23 kg/kepala/tahun. "Jadi tinggal bagaimana kita bisa berkompetisi saja dengan yang lain, seperti minyak kedelai atau lainnya," tuturnya.

Tercatat, dari total nilai ekspor sawit Indonesia yang mencapai USD22,9 miliar pada tahun 2017, Pakistan menyumbang sekitar USD2 miliar atau hampir 10%. Dengan jumlah penduduk 207 juta, kebutuhan Pakistan akan minyak nabati termasuk minyak sawit sebagai bahan baku makanan juga dipastikan terus meningkat.

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Indonesia untuk Pakistan Iwan Suyudhie Amri mengatakan, pemerintah juga berkomitmen untuk menjaga dan bahkan meningkatkan pangsa pasar minyak sawit Indonesia di Pakistan melalui peningkatan hubungan dagang antara kedua negara.

Dia mengatakan, pada tahun 2010, pangsa pasar minyak sawit Indonesia di Pakistan hanya 20%. Sisanya, dikuasai minyak sawit asal Malaysia. Namun, pada 2012 Indonesia-Pakistan menandatangani Preferential Trade Agreement (PTA) yang membuat produk sawit nasional makin kompetitif sehingga mampu berbalik mendominasi pasar Pakistan.

Untuk itu, tegas dia, pemerintah akan terus mendorong peningkatan hubungan dagang antara kedua negara. "Jadi tantangan kita adalah bagaimana meningkatkan pangsa pasar tersebut, atau setidaknya menjaga agar tidak berkurang," tegas dia.

Terkait dengan itu, jelas Iwan, pemerintah secara aktif membangun komunikasi dengan eksportir maupun mitranya di Pakistan. Dengan begitu, kata dia, hal-hal yang terindikasi dapat merugikan ekspor sawit Indonesia bisa dideteksi dan ditangani sedini mungkin. Tahun lalu, kata dia, pihaknya menginisiasi Indonesia-Pakistan Palm Oil Joint Committee yang memungkinkan adanya komunikasi yang intens untuk mengatasi persoalan ekspor sawit yang muncul.

Pemerintah Indonesia, lanjut dia, juga kerap menggelar promosi produk-produk sawit Indonesia. Kali ini, pemerintah melalui Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Karachi menyelenggarakan Conference and Exhibition on Indonesian Palm Oil (CEIPO) 2018 di Karachi, Pakistan, pada 6 September 2018. Kegiatan ini terdiri dari seminar dan pameran yang diselenggarakan secara bersamaan dalam satu hari dan mengundang pembicara serta perusahaan di sektor industri minyak kelapa sawit baik dari Indonesia maupun Pakistan.

Dengan tema "Pakistan-Indonesia Collaboration on Palm Oil-based Industries", CEIPO bertujuan untuk memantik diskusi terkait pengembangan kerja sama di bidang industri minyak kelapa sawit antara Indonesia dan Pakistan. Kegiatan tersebut diharapkan semakin memperbanyak pertukaran gagasan terkait kemungkinan investasi bersama untuk menambah nilai dari produk minyak kelapa sawit ke depannya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dongkrak Ekspor Minyak...
Dongkrak Ekspor Minyak Sawit, Jadikan Perdagangan Panglima
Ekspor Sawit RI ke Sejumlah...
Ekspor Sawit RI ke Sejumlah Negara Turun, India Paling Curam
Utamakan Kebutuhan Domestik,...
Utamakan Kebutuhan Domestik, Ekspor Sawit Diramal Melandai
Produksi Minyak Sawit...
Produksi Minyak Sawit Bakal Moncer, Tapi Permintaan Masih Dibayangi Covid-19
Dampak Banjir dan Musim,...
Dampak Banjir dan Musim, Produksi Sawit Januari Turun 7,1%
Industri Sawit Jadi...
Industri Sawit Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
2 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
3 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
5 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
5 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
5 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved