Pengelolaan Anggaran Sektor Pertanian Dinilai Optimal

Rabu, 05 September 2018 - 21:45 WIB
Pengelolaan Anggaran...
Pengelolaan Anggaran Sektor Pertanian Dinilai Optimal
A A A
JAKARTA - Pengelolaan anggaran Kementerian Pertanian (Kementan) dinilai telah optimal, melihat kinerja beberapa komoditas pertanian. Hasil lain kebijakan tepat arah pengelolaan anggaran pertanian, diyakini bisa dievaluasi dari meningkatnya nilai tukar petani (NTP) sebagai wujud kesejahteraan petani.

"Misalnya saja beberapa komoditas pertanian mampu mewujudkan keberhasilan panen sehingga mendukung ekspor untuk menambah pendapatan negara. Lihat saja data yang dirilis BPS terakhir. Lalu menurunnya juga angka penduduk miskin di desa yang mayoritas adalah petani pekerjaannya," ujar Pengamat kebijakan publik Digipol Strategic Indonesia, Nur Fahmi BP di Jakarta, Rabu (5/9).

Sambung dia, menampik tudingan bahwa kebijakan pengelolaan anggaraan di Kementan tidak sesuai arahnya. Sebaliknya, menurutnya Kementan menempatkan kebijakan alokasi anggaran berdasarkan aturan mekanismenya.

Ia mencontohkan, seperti kebijakan penyediaan bantuan alat mesin pertanian yang ditujukan guna membantu kerja petani agar dapat mendorong produksi. Dari sisi pembenahan infrastruktur pertanian juga jelas seperti bertambahnya jumlah irigasi.

"Kalaupun ada beberapa komoditas pertanian yang belum maksimal, bukan karena kebijakan pengelolaan anggaran terhadap komoditas itu serampangan. Tapi setiap kementerian punya kebijakan prioritas mana perlu nomor satu untuk ekonomi dan konsumsi publik," terang dia.

Nur Fahmi merasa sampai kini kebijakan clean ministry cukup baik diterapkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Lebih lanjut dia menuturkan, telah menjadi informasi publik bahwa Amran Sulaiman komitmen menggandeng KPK untuk mengawasi kerja kementeriannya. "Bahkan dalam beberapa hal Amran Sulaiman memecat pegawainya yang baru diduga korupsi," ujar Nur Fahmi.

Sebagai informasi, anggaran Kementan tahun 2018 mencapai Rp23,82 triliun. Anggaran tersebut dialokasikan untuk program Kementan, seperti target peningkatan produksi, penurunan angka kemiskan pedesaan, capaian ekspor dan lainnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) triwulan II tahun 2018, sektor produksi pertanian bersama kehutanan dan perikanan menjadi penyumbang tertinggi PDB sebesar 9,93%.

Pertanian secara struktur PDB dan pertumbuhan ekonomi menurut lapangan usaha triwulan II tahun 2018 (y-on-y) berada di urutan kedua sebesar 13,63%. Baru-baru ini, BPS juga merilis data meningkatnya nilai tukar petani per Agustus 2018 menanjak 0,89% dibandingkan Juli. Hal itu membuktikan tingkat kemakmuran petani menguat dengan ukuran kemampuan daya beli.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Strategi Penilaian Kinerja...
Strategi Penilaian Kinerja Kementerian Pertanian
Kementan Dorong Generasi...
Kementan Dorong Generasi Milenial Terjun di Bidang Pertanian
Pengembangan Food Estate...
Pengembangan Food Estate Demi Jadikan Provinsi Kalteng Lumbung Pangan
Petani Parigi Moutong...
Petani Parigi Moutong Dimotivasi untuk Budidaya Jagung di Lahan Perkebunan Kelapa
Kabupaten Poso Dukung...
Kabupaten Poso Dukung Percepatan Tanam Melalui Sekolah Lapang
Jadikan Sektor Pertanian...
Jadikan Sektor Pertanian Sebagai Penyelamat Krisis
Berita Terkini
IHSG Awal Juni Diprediksi...
IHSG Awal Juni Diprediksi Rawan Koreksi, Investor Cermati Data Inflasi hingga Aturan DHE SDA
58 menit yang lalu
Menuju Debat Ketiga,...
Menuju Debat Ketiga, Hashtag SjafrieSAfiekalla Menggema di X
1 jam yang lalu
Paxel Sediakan Lounge...
Paxel Sediakan Lounge Logistik untuk Jastip di PRJ 2026
3 jam yang lalu
Pengusaha Respons Ekspor...
Pengusaha Respons Ekspor Sawit-Batu Bara lewat PT DSI: Minta Bertahap dan Kepastian Hukum
4 jam yang lalu
Kondisi Fiskal dan Moneter...
Kondisi Fiskal dan Moneter RI Disentil PDIP: Utang Harus Dibayar dengan Utang
5 jam yang lalu
Desa Energi Berdikari...
Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih
5 jam yang lalu
Infografis
Kartu Jakarta Mahasiswa...
Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul Tak Terdampak Efisiensi Anggaran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved