Mentan Amran Ajak Mahasiswa Jadi Pengusaha di Sektor Pangan

Sabtu, 08 September 2018 - 00:11 WIB
Mentan Amran Ajak Mahasiswa...
Mentan Amran Ajak Mahasiswa Jadi Pengusaha di Sektor Pangan
A A A
MAKASSAR - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memotivasi mahasiswa agar menjadi pengusaha sukses yang bergelut di sektor pertanian. Alasannya, delapan dari 10 atau 80% pengusaha terkaya bergerak di sektor pertanian.

“Tekad kuat dan kerja keras, mengubah nasib mereka, sehingga mampu bangkit dari keterpurukan ekonomi masa lalu. Mahasiswa Fakultas Unhas harus jadi pengusaha. Kami akan bantu permudah izinnya,” ujar Mentan Amran saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Hasanudin (Unhas), Jumat (7/9).

Untuk itu, tegas dia, mahasiswa harus memiliki karakter yang kuat dan cerdas sehingga mampu menjadi pemimpin dan pengusaha bidang pangan yang sukses di masa depan. Kunci paling utama yang harus dilakukan tegas dia yakni berinovasi.

“Dulu saya tinggal di kos-kosan ukuran 4x6 meter dan di desa terpencil, 12 bersaudara. Umur 9 tahun saya sudah cari uang, gali batu gunung. Kami lahir dalam keadaan miskin, tapi kami tidak ingin dikuburkan dalam keadaan miskin. Saya kerja keras di bidang pertanian. Dulu saya tahun 1989 pinjam uang Rp500.000 dalam waktu 8 tahun menjadi Rp3 triliun. Kalau kita kerja keras pasti bisa sukses," ucap Amran dengan penuh semangat untuk membangkit semangat para mahasiswa.

Lebih lanjut Amran memaparkan berkat kerja keras dan kebijakan yang tepat, pembangunan sektor pertanian selama pemerintahan Jokowi-JK menuai banyak keberhasilan. Program dan kebijakan tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi, akan tetapi mendorong pertumbuhan ekonomi, ekspor dan meningkatkan investasi.

“Kami menghapus aturan yang menghambat investasi dan ekspor di sektor pertanian. Totalnya ada 191 aturan yang sudah dicabut. Hasilnya investasi di sektor pertanian, dari sebelumnya Rp23 triliun, menjadi Rp46 triliun saat ini dan ekspor pangan kita naik,” sebutnya.

Pertumbuhan ekonomi, tegasnya, sebagaimana disampaikan Presiden Jokowi ditentukan dua hal, yakni investasi dan ekspor. Untuk mempermudah perizinan investasi, pemerintah telah menerapkan OSS (Online Single Submission). “Sehingga para investor dapat dengan cepat mengurus perijinannya dan nyaman. Kita jemput bola dan antar mereka,” tegasnya.

Berdasarkan data BPS, total ekspor pertanian di 2017 mencapai Rp 441 triliun atau naik 24,47 % dibandingkan 2016 yang sebesar Rp 355 triliun. Tak hanya itu, pada Maret 2018 persentase penduduk miskin di Indonesia turun 0,30% (630 ribu orang) menjadi 9,82% (25,95 juta orang), yang awalnya sebesar 10,12% (26,58 juta orang) pada September 2017. "Ini pertama kali Indonesia mendapatkan tingkat angka kemiskinan satu digit," kata Amran.

“kontribusi sektor pertanian pun dalam menyumbang pertumbuhan Produk Domestik Bruto pada Triwulan II 2018 dibandingkan Triwulan I 2018 sebesar 9,93% (q to q). Kontribusi ini tertinggi dibanding sektor lainnya seperti jasa perusahaan,” tambahnya.

Karena itu, Amran menyebutkan Kementan akan terus meningkatkan volume ekspor. Baru-baru ini Kementan telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) terkait Stabilisasi Ketersediaan Pasokan Pangan dan Percepatan Ekspor Komoditas Pertanian. “Bersama KADIN kemarin kami langsung ekspor manggis ke Tiongkok dan bibit ayam petelur ke Timor Leste. Negara tujuan ekspor ke depan akan terus ditambah,” sebutnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementan Dorong Generasi...
Kementan Dorong Generasi Milenial Terjun di Bidang Pertanian
Pengembangan Food Estate...
Pengembangan Food Estate Demi Jadikan Provinsi Kalteng Lumbung Pangan
Petani Parigi Moutong...
Petani Parigi Moutong Dimotivasi untuk Budidaya Jagung di Lahan Perkebunan Kelapa
Kabupaten Poso Dukung...
Kabupaten Poso Dukung Percepatan Tanam Melalui Sekolah Lapang
Jadikan Sektor Pertanian...
Jadikan Sektor Pertanian Sebagai Penyelamat Krisis
Kalau Bukan Penyuluh...
Kalau Bukan Penyuluh Siapa Lagi yang Bisa Menghubungkan Mentan dan Petani
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
7 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
7 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
8 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
9 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
9 jam yang lalu
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved