China Minta Dukungan WTO Atas Kebijakan Bea Dumping AS

Selasa, 11 September 2018 - 19:03 WIB
China Minta Dukungan...
China Minta Dukungan WTO Atas Kebijakan Bea Dumping AS
A A A
GENEVA - China pada pekan depan bakal meminta Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) untuk memberlakukan sanksi terhadap Amerika Serikat, karena ketidakpatuhan Washington terhadap putusan dalam sengketa dumping AS. Agenda pertemuan diterangkan bakal berlangsung pada hari, Selasa waktu setempat.

Permintaan tersebut kemungkinan akan menyebabkan perselisihan hukuman selama bertahun-tahun atas kasus, sanksi dan nilainya. China memulai sengketa ini pada tahun 2013, silam usai mengeluhkan kebijakan dumping AS pada beberapa industri termasuk mesin dan elektronik, industri ringan, logam dan mineral, dengan nilai ekspor tahunan hingga USD8,4 miliar.

Negeri Tirai Bambu kemudian memenangkan putusan WTO pada tahun 2016, yang dikonfirmasi oleh banding tahun lalu. Kasus ini menyangkut cara Departemen Perdagangan AS menghitung jumlah "dumping" - ekspor China yang dihargai untuk melemahkan produk buatan Amerika di pasar AS.

Untuk diketahui, dumping adalah menjual produk dengan harga yang lebih murah di pasar ekspor ketimbang di dalam negeri. Metode penghitungan AS, yang dikenal sebagai "zeroing", cenderung meningkatkan anti-dumping AS pada produsen asing dan berulang kali dikategorikan ilegal dalam serangkaian sengketa perdagangan yang dibawa ke WTO.

Rangkaian kekalahan AS memicu kampanye Presiden AS Donald Trump untuk mereformasi WTO. Trump mengatakan bulan lalu, Amerika Serikat dapat menarik diri dari WTO jika "mereka tidak melakukan reformasi". Sementara China mengatakan kepada WTO bulan lalu, bahwa batas waktu bagi Amerika Serikat untuk mematuhi keputusan itu berakhir pada 22 Agustus.

WTO mempublikasikan agenda pada hari Selasa untuk menggelar pertemuan bersama badan penyelesaian sengketa atau konflik perdagangan pada 21 September. China memberikan sinyal berencana untuk mengambil langkah hukum serta meminta otorisasi untuk menerapkan sanksi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
China Mulai Berubah:...
China Mulai Berubah: Bagaimana Regulasi Ketat Beijing Berdampak ke Bisnis
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Sebut Ekonomi China...
Sebut Ekonomi China Baik-baik Saja, Pengusaha Asal Inggris: Tak Ada Masalah Serius
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
China Ambil Tindakan...
China Ambil Tindakan Keras pada Sektor Bisnis
China Dianggap Jadi...
China Dianggap Jadi Ancaman Utama Terhadap Ekonomi Inggris
Berita Terkini
Vietnam dan Filipina...
Vietnam dan Filipina Bersaing Jadi Raja ASEAN, Mengapa Indonesia Tertinggal?
2 jam yang lalu
Guru Besar IPB: Klaim...
Guru Besar IPB: Klaim Kerugian Rp600 Triliun Akibat Under Invoicing Sawit Harus Diaudit Secara Independen
3 jam yang lalu
Komut Pertamina Salurkan...
Komut Pertamina Salurkan Seragam Sekolah bagi 200 Anak Prasejahtera di Banyuwangi
3 jam yang lalu
Jababeka Infrastruktur...
Jababeka Infrastruktur Raih 6 Penghargaan TJSLP/CSR Awards 2026 dari Pemkab Bekasi
4 jam yang lalu
IHSG Lesu dalam Sepekan,...
IHSG Lesu dalam Sepekan, Cermati Saham-saham yang Cuan dan Boncos
4 jam yang lalu
Pertamina Pastikan Kesiapan...
Pertamina Pastikan Kesiapan Pasokan Energi di Ujung Timur Jawa
4 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved