Iran Sebut Amerika, Saudi dan Rusia Bersekongkol di Pasar Minyak

Sabtu, 15 September 2018 - 17:23 WIB
Iran Sebut Amerika,...
Iran Sebut Amerika, Saudi dan Rusia Bersekongkol di Pasar Minyak
A A A
LONDON - Gubernur OPEC Iran Hossein Kazempour Ardebili mengatakan bahwa Arab Saudi dan Rusia telah bersekongkol di pasar minyak, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjatuhkan sanksi ekonomi dan selanjutnya sanksi ekspor minyak Iran.

Pada November mendatang, Washington menjatuhkan sanksi ekspor minyak Iran. Untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Iran, Amerika mendorong Arab Saudi dan Rusia untuk meningkatkan produksi.

"Rusia dan Arab Saudi mengklaim mereka ingin menyeimbangkan pasar minyak global. Tetapi yang sebenarnya mereka bersekongkol mengambil alih bagian dari jatah Iran," ujar Ardebili seperti dilansir Reuters, Sabtu (15/9/2018).

Mantan Menteri Perdagangan Iran tersebut menambahkan, upaya Trump untuk memangkas akses Iran ke pasar minyak mentah global telah mendorong Rusia dan Arab Saudi untuk mengambil pasar mereka.

Kazempour Ardebili mengatakan kepada Reuters di London, bahwa Amerika Serikat akan kesulitan memotong ekspor minyak Iran secara keseluruhan. Karena akan membuat pasar minyak semakin ketat. Dan AS tidak mungkin sendirian untuk menutupi kekurangan pasokan minyak global yang ditinggal Iran.

Karena itu, dirinya menuding Moskow dan Riyadh menyambut sanksi terhadap Iran untuk keuntungan mereka sendiri. Tindakan tersebut, kata dia, telah merusak kredibilitas Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC).

"Arab Saudi dan Uni Emirat Arab telah mengubah OPEC menjadi alat Amerika Serikat," kecamnya.

Di bawah tekanan Trump untuk menurunkan harga minyak, OPEC dan para sekutunya sepakat meningkatkan produksi minyak. Melawan kesepakatan sejak awal 2017, yaitu memangkas produksi demi menaikkan harga si emas hitam.

Produksi minyak OPEC pun meningkat sejak tekanan dari Trump. Bahkan Arab Saudi telah meningkatkan produksi minyak lebih banyak daripada awal tahun ini.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Minyak Nanjak,...
Harga Minyak Nanjak, OPEC+ Kompak Kerek Target Produksi 100 Ribu Bph
Iran Diserang, OPEC+...
Iran Diserang, OPEC+ Pertimbangkan Kenaikan Pasokan Minyak Lebih Besar
Harga Minyak Naik Akibat...
Harga Minyak Naik Akibat Turunnya Persediaan Minyak Mentah AS
OPEC+ Bakal Pangkas...
OPEC+ Bakal Pangkas Produksi, Harga Minyak Dunia Memanas
Harga Minyak Meroket...
Harga Minyak Meroket 6% Dipicu Rencana OPEC Pangkas Produksi
OPEC Cemas, Mutan Baru...
OPEC Cemas, Mutan Baru Corona Bikin Suram Permintaan Minyak Global
Berita Terkini
Euforia Pesta Bola Dunia...
Euforia Pesta Bola Dunia Menular ke Aset Kripto, Trade for Glory 2026 Digelar
14 menit yang lalu
Mitigasi Risiko Blackout,...
Mitigasi Risiko Blackout, Diversifikasi Energi Jadi Strategi Ketahanan Listrik
43 menit yang lalu
Danantara Mulai Merger...
Danantara Mulai Merger BUMN Sekuritas, Mandiri hingga BNI Sekuritas Dilebur
51 menit yang lalu
BI Blak-blakan soal...
BI Blak-blakan soal Kombinasi Pemicu Kejatuhan Rupiah yang Sempat Rp18 Ribu per Dolar AS
1 jam yang lalu
Dukung Ekonomi Berkelanjutan,...
Dukung Ekonomi Berkelanjutan, Jamkrindo Syariah Perkuat Penerapan Prinsip Syariah
2 jam yang lalu
Purbaya Tolak Permintaan...
Purbaya Tolak Permintaan Himbara Perpanjang Tenor Dana SAL hingga Setahun
2 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved