Kementan Genjot Perluasan Tanam Bawang Merah pada Musim Hujan

Senin, 17 September 2018 - 16:25 WIB
Kementan Genjot Perluasan...
Kementan Genjot Perluasan Tanam Bawang Merah pada Musim Hujan
A A A
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta jajaranya untuk mengamankan produksi pada musim hujan atau off season. Musim ini berlangsung pada bulan Januari hingga Februari.

Dalam musim hujan ini, para petani bawang merah di daerah sentra seperti Brebes, Cirebon, Kendal dan sepanjang pantai utara Jawa tidak banyak menanam bawang merah. Penyebabnya, intensitas hujan yang tinggi di bulan-bulan tersebut berisiko menggenangi lahan bawang merah. Akibatnya pasokan bawang merah di bulan Maret-April cenderung berkurang meski tidak secara ekstrem.

Karenanya, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura terus menjaga pasokan bawang merah melalui strategi perluasan tanam di daerah off seasons. Melalui pola tanam off season ini terbukti dapat menjaga stabilisasi pasokan bawang merah.

"Caranya dengan mendorong perluasan tanam di daerah-daerah yang bisa tanam saat musim hujan atau off season," ujar Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Prihasto Setyanto dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Senin (17/9/2018).

Saat mengunjungi sentra bawang merah di Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Minggu (16/9) lalu, Prihasto mengungkapkan di daerah ini, bawang merah yang paling banyak ditanam justru pada saat musim hujan, dengan puncak tanamnya di bulan Januari-Februari. Totalnya mencapai 600 hektare (ha) lebih.

Panen raya di Sumenep terjadi pada bulan Maret-April, di saat sentra utama seperti Brebes baru mulai tanam. Tak heran jika petani di sini bisa memperoleh harga yang bagus setiap panennya.

"Kalau daerah yang memiliki karakteristik off seasons seperti Kecamatan Rubaru ini diperluas, saya optimis pasokan dan harga bawang merah nasional akan semakin stabil," ungkapnya.

Lebih jauh Prihasto menenkan Kementan terus mendorong agar daerah hortikultura seperti di Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep menerapkan budidaya bawang merah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

"Saya harap petani mulai menerapkan teknologi likat kuning dan feromon exi secara optimal untuk mengurangi biaya penggunaan pestisida," ucapnya.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Sumenep Habe Hadjat, turut mendampingi kunjungan tersebut menambahkan, wilayah Kecamatan Rubaru memang sejak dulu menjadi sentra bawang merah yang meliputi Desa Mandala, Basoka dan Karangnangka.

"Kontur lahan di sini berlereng sehingga air tidak menggenang saat musim hujan. Intensitas panas matahari juga optimal sehingga menjadikan kawasan tersebut sangat cocok ditanami bawang merah," terang Habe.

Untuk diketahui, varietas bawang merah yang banyak ditanam petani adalah Rubaru. Pemilihan nama juga diambil dari kawasan tersebut. Varietas tersebut terbukti tahan hujan dan tidak mudah terserang Fusarium. Produktivitasnya bisa mencapai 8-10 ton per ha. Saat kabupaten lain produksinya turun di bulan Maret-April, di Sumenep justru terjadi panen raya.

"Tak heran kalau ada yang menyebut Sumenep sebagai penyelamat bawang merah nasional," beber Habe.

Ilyasin, petani bawang merah Desa Mandala Kecamatan Rubaru mengakui selama lebih dari 18 tahun menanam, lebih banyak untungnya dibanding ruginya. Petani juga tidak mengalami kesulitan menjual hasil panen bahkan saat musim panen raya sekalipun.

"Pendapatan dari hasil tanam bawang merah Rubaru minimal 4x lipat dari modal yang kami keluarkan. Misalnya dengan modal Rp10 juta, kami bisa dapat hasil Rp40-50 juta setiap panen," ujar Ilyasin.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Barantan Kementan Tahan...
Barantan Kementan Tahan 36 Ton Bawang Merah Impor Ilegal
Stok Bawang Merah Dijamin...
Stok Bawang Merah Dijamin Aman, Kementan Kawal Distribusi
Mentan Pastikan Produksi...
Mentan Pastikan Produksi Bawang Merah Melimpah
Petani Food Estate Hortikultura...
Petani Food Estate Hortikultura di Humbahas Mulai Panen
Tingkatkan Produksi...
Tingkatkan Produksi Bawang Merah, GMC Jabar Dorong Inovasi Pertanian
Tanam Bawang di Food...
Tanam Bawang di Food Estate Humbahas Gagal, Komisi IV DPR Bakal Cek Lapangan
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
4 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
4 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
4 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
5 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
5 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
5 jam yang lalu
Infografis
5 Kombes Pol Pecah Bintang...
5 Kombes Pol Pecah Bintang Jadi Brigjen pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved