Dolar AS dan Yen Merosot Karena Ketegangan Perdagangan Menyurut

Jum'at, 21 September 2018 - 08:25 WIB
Dolar AS dan Yen Merosot...
Dolar AS dan Yen Merosot Karena Ketegangan Perdagangan Menyurut
A A A
TOKYO - Dolar Amerika Serikat (USD) dan yen Jepang merosot pada perdagangan Jumat (21/9/2018). Hal ini disebabkan menurunnya permintaan atas dua mata uang safe haven tersebut, imbas dari menyurutnya ketegangan perdagangan antara AS dengan China.

Sejak ketegangan perdagangan antara Amerika dengan China membuncah pada Maret lalu, permintaan atas mata uang safe haven, terutama USD terus meningkat sehingga melambungkan nilainya. Namun, secara perlahan, ketegangan perdagangan mulai surut.

Investor menilai konflik dagang kedua negara ekonomi besar tersebut tidak menakutkan seperti yang diberitakan. Melansir CNBC, CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon mengatakan konflik dagang AS dan China hanya "pertempuran dagang" dua negara bukan perang dagang secara global yang selama ini banyak diberitakan.

Melansir dari Reuters, Jumat (21/9), surutnya ketegangan perdagangan membuat indeks USD terhadap enam mata uang berada di level 93,910, setelah semalam turun ke level 93,829, yang merupakan level terendah sejak 9 Juli.

Sepekan ini, indeks USD telah jatuh 1%. Investor mulai beralih dari greenback ke mata uang negara berkembang seiring dengan tren kenaikan suku bunga di pasar negara-negara berkembang.

Hasil ini membuat euro berada di USD1,1777 setelah semalam naik 0,9%. Mendekati level puncak tiga bulan lalu di angka USD1,1785. Dolar AS juga melemah terhadap dolar Australia menjadi USD0,7293. Dolar Australia telah menguat 1,9% terhadap USD selama sepekan ini. Namun USD menguat terhadap yen Jepang menjadi 112,48 yen.

"Menyurutnya masalah perdagangan AS-China telah membuat dolar menurun. Dibantu dengan tren kenaikan bunga di negara berkembang seperti Turki dan Afrika Selatan," kata Masafumi Yamamoto, kepala strategi valuta asing di Mizuho Securities di Tokyo.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Menguat saat...
Rupiah Menguat saat Banyak Mata Uang Asia Melemah
5 Mata Uang Paling Banyak...
5 Mata Uang Paling Banyak Digunakan di Dunia, Nomor 1 Transaksi Hariannya Tembus Rp43.500 Triliun
8 Efek Mata Uang Baru...
8 Efek Mata Uang Baru BRICS terhadap Dollar AS jika Sudah Berlaku
Deretan Negara Ini Tak...
Deretan Negara Ini Tak Mempunyai Mata Uang, Salah Satunya Tetangga Indonesia
Mata Uang BRICS Bakal...
Mata Uang BRICS Bakal Gantikan Dolar Disebut Gagasan Konyol
Apakah Bitcoin Bisa...
Apakah Bitcoin Bisa Menggantikan Dolar AS di Masa Depan?
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
5 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
6 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
6 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
7 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
7 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
7 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved