Antisipasi Kenaikan Suku Bunga AS, LPS Jaga Stabilitas Keuangan

Selasa, 25 September 2018 - 14:39 WIB
Antisipasi Kenaikan...
Antisipasi Kenaikan Suku Bunga AS, LPS Jaga Stabilitas Keuangan
A A A
JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus memantau tren lompatan suku bunga Amerika Serikat (AS) alias Fed rate oleh The Fed yang dijadwalkan bakal kembali menaikkannya dalam beberapa hari ke depan. LPS pun mendukung kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan AS.

Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah mengatakan, bahwa pihaknya sebagai regulator akan menjaga stabilitas keuangan, agar terjadi keseimbangan keuangan di perbankan "Fed Rate naik akan berat, nanti BI yang putuskan. Kita sebagai otoritas keuangan, saya menjaga stabilitas keuangan termasuk dalam menjaga stabilitas ekonomi sudah ada keseimbangan baru," ujarnya di Jakarta, Selasa (25/9/2018).

Sambung dia, menerangkan bakal terus menjaga likuiditas kredit dari beberapa bank, sehingga tidak memberankan perbankan di Indonesia apabila suku bunga kembali berubah. "Itu pasti karena kondisi dengan lainnya beda, kita menjaga keseimbangan di Indonesia," jelasnya.

Sebelumnya pada 15 Agustus, lalu dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) diputuskan untuk menaikkan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI 7DRR) sebesar 25 bps menjadi 5,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,75% dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,25%.

BI menerangkan, keputusan tersebut dalam upaya untuk mempertahankan daya tarik pasar keuangan domestik dan mengendalikan defisit transaksi berjalan dalam batas yang aman. Bank Indonesia menghargai dan mendukung keseriusan dan langkah-langkah konkrit Pemerintah untuk menurunkan defisit transaksi berjalan dengan mendorong ekspor dan menurunkan impor, termasuk penundaan proyek-proyek Pemerintah yang memiliki kandungan impor tinggi.

Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan eksternal dalam kondisi ketidakpastian perekonomian global yang masih tinggi. Ke depan, Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan dan prospek perekonomian domestik maupun global, untuk memperkuat respons bauran kebijakan dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
LPS Optimis Perekonomian...
LPS Optimis Perekonomian Indonesia Membaik pada 2022
Sukses Kelola dan Tingkatkan...
Sukses Kelola dan Tingkatkan Produktivitas SDM, LPS Raih Anugerah Employer of Choice 2022
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Tetapkan Dewan Komisioner LPS 2025-2030
Tugas Lembaga Penjamin...
Tugas Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)
Jangan Ragu Nabung di...
Jangan Ragu Nabung di Bank, LPS Ingatkan Jangan Tergiur Bunga Tinggi
CFR LPS Tumbuhkan Kemampuan...
CFR LPS Tumbuhkan Kemampuan Menulis dan Membangun Network di Kalangan Muda Milenial
Berita Terkini
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
8 menit yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
40 menit yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
57 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
10 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved