Kondisi Ekonomi Tak Menentu Butuh Pendekatan Riset Baru

Selasa, 25 September 2018 - 22:05 WIB
Kondisi Ekonomi Tak...
Kondisi Ekonomi Tak Menentu Butuh Pendekatan Riset Baru
A A A
JAKARTA - Tren ekonomi yang serba tidak pasti saat ini berdampak pada pelaku pasar yang sulit diprediksi. Karena itu dibutuhkan riset tentang bagaimana mengendalikan perilaku yang berkembang.

Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah mengatakan, gejolak ekonomi nasional saat ini membutuhkan metode dan analisis yang berbeda untuk mempelajari perilaku pasar. Kondisi dunia saat ini jauh berbeda dengan beberapa waktu lalu karena adanya kemajuan dalam perdagangan internasional, teknologi digital, dan kecerdasan buatan.

Hal itu tidak hanya membuat ketergantungan antarnegara semakin besar, namun juga mewujudkan keterkaitan antarpasar semakin kompleks. Karena itu dibutuhkan analisis dan survei mengenai perilaku pelaku pasar yang lebih dalam. "Pakar ekonomi perlu melakukan studi lebih dalam mengenai perilaku manusia, faktor apa yang paling berperan ketika dia ingin memutuskan sesuatu dalam konsumsi, investasi, dan sebagainya," kata Halim di Jakarta.

Saat ini menurutnya kejadian di suatu negara bisa menimbulkan kerentanan di negara lainnya. Hal ini ditambah perilaku pelaku pasar semakin sulit diprediksi. Implikasinya bagi pembuat kebijakan dan pelaku ekonomi. “Dampaknya ini pada pembuat keputusan dapat mengganggu kebijakan,” ujarnya.

Studi yang lebih mendalam mengenai perilaku manusia dalam ekonomi dewasa ini, lanjut Halim, akan mendukung proses pengambilan keputusan para pembuat kebijakan. Jangan terpaku hanya mengatakan fundamental kuat, tetapi harus tahu juga perilaku apa yang akan membuat fundamental itu benar-benar menjadi baik. “Ketidakstabilan itu bisa muncul dari mana saja sekarang ini, tanpa kita duga-duga," ujar dia.

Sebagai contoh, belum lama ini dia mendiskusikan tingkat pendapatan masyarakat di Indonesia. Apakah tingkat pendapatan masyarakat melemah, sehingga laju konsumsi masyarakat ikut melemah. Hal tersebut terlihat dari toko dan mal, termasuk pasar grosir, yang tutup. Atau adakah pengaruh dari penjualan online yang mengakibatkan hal-hal tersebut terjadi. "Saya kira kita harus mendalami lebih teliti apa yang sebenarnya sedang terjadi. Banyak teori dan banyak pendapat yang telah diajukan," ujar Halim.

Jika mengukur perilaku pelaku ekonomi dengan menggunakan output atau penjualan kita bisa melihat masalah yang sama. Namun untuk langsung mengukur perilaku masyarakat akan menggunakan survei dan wawancara. "Hasil survei sekarang ini sering tidak tepat menceritakan persepsi dan keyakinan para responden kita. Bahkan hasil survei untuk pemilihan gubernur atau pun presiden ternyata bisa meleset jauh. Fenomena ini terjadi bahkan di AS," jelasnya.

Halim juga mengaku LPS terus mengantisipasi pergerakan suku bunga acuan dengan memantau pergerakan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan. Hal tersebut dilakukan demi menjaga stabilitas ekonomi. “Penarikan dana keluar negeri bisa mengganggu stabilitas ekonomi nasional. Kami di LPS memantau apakah ada pergerakan dana pihak ketiga dari bank yang pindah keluar negeri (capital outflow) atau cuma pindah ke bank lain,” katanya.

Dia menyakinkan sejauh ini masih belum terjadi pergerakan perpindahan dana yang cukup signifikan. Namun jika ada, perpindahan itu hanya terjadi di antara bank lokal guna memanfaatkan suku bunga yang tinggi. “Sejauh ini berdasarkan pantauan kami tidak ada gerakan yang luar biasa, dan biasa aja kalau ada nasabah pindah dari satu bank ke bank lain, memanfaatkan suku bunga yang lebih tinggi itu biasa,” kata Halim.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
3 Tahun Beruntun, LPS...
3 Tahun Beruntun, LPS Kantongi Rating AAA Stabil dari Dua Lembaga Rating
Upaya Meningkatkan Literasi...
Upaya Meningkatkan Literasi Keuangan Lewat Lomba Karya Kreatif
LPS: Literasi Keuangan...
LPS: Literasi Keuangan Indonesia Masih Rendah, Hati-Hati Bias Informasi
OJK dan LPS Perkuat...
OJK dan LPS Perkuat Gandengan Tangan demi Stabilitas Sistem Keuangan
LPS: Sektor Keuangan...
LPS: Sektor Keuangan Siap Hadapi Pelonggaran PPKM
Berpotensi Ganggu Stabilitas...
Berpotensi Ganggu Stabilitas Sistem Keuangan, DPR Diingatkan Segera Seleksi Pimpinan LPS
Berita Terkini
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
30 menit yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
2 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
2 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
2 jam yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
2 jam yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
3 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved