Pasar Saham AS Jatuh Karena Kenaikan Imbal Hasil Treasury

Jum'at, 05 Oktober 2018 - 09:12 WIB
Pasar Saham AS Jatuh...
Pasar Saham AS Jatuh Karena Kenaikan Imbal Hasil Treasury
A A A
NEW YORK - Pasar saham Amerika Serikat alias Wall Street jatuh tajam pada Kamis waktu setempat, disebabkan kenaikan imbal hasil treasury (surat utang) yang mencapai di atas 3,2%, level tertinggi sejak Mei 2011. Hal ini memberi sentimen negatif bagi investor.

Melansir CNBC, Jumat (5/10/2018), indeks Dow Jones turun 200,91 poin menjadi 26.627,48 karena lemahnya saham Nike dan Home Depot. S&P 500 turun 0,8% menjadi 2.901,61, membukukan hari terburuk sejak 25 Juni, dengan sektor komunikasi dan teknologi turun 1,5%. Nasdaq turun 1,8% ke 7.879,51 karena saham Facebook, Netflix dan Alphabet semuanya turun lebih dari 2%.

Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun (10-year US Treasury) mencapai tingkat tertinggi sejak 2011, menembus di atas 3,2%.

"Level bunganya tidak membuat kami khawatir. Namun, bergerak lebih dari 10 basis poin dalam dua hari adalah cerita lain. Kecepatan itu penting. Ketika Anda bergerak secepat ini dalam waktu singkat, wajar bila pasar rehat sejenak," kata Steve Chiavarone, manajer portofolio di Federated Investors.

Lonjakan imbal hasil setelah data ekonomi terbaru AS yang menguat, dimana pekerja swasta bertambah 230.000 di September, melampaui pencapaian di bulan Agustus sebesar 168.000. Selain itu, indeks non-manufaktur ISM mencapai level tertinggi.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
7 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
8 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
8 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
9 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
9 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
9 jam yang lalu
Infografis
China Luncurkan AI Baru...
China Luncurkan AI Baru Manus, Pintar Analisis Pasar Saham
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved