USD Menguat Jelang Pengumuman Data Tenaga Kerja, Rupiah Merana di Rp15.183

Jum'at, 05 Oktober 2018 - 17:21 WIB
USD Menguat Jelang Pengumuman...
USD Menguat Jelang Pengumuman Data Tenaga Kerja, Rupiah Merana di Rp15.183
A A A
JAKARTA - Dolar Amerika Serikat (USD) melanjutkan reli pada perdagangan Jumat (5/10/2018), karena investor menunggu data pekerjaan bulanan di negaranya Donald Trump. Kondisi ini membuat rupiah merana di pasar spot, dengan ditutup berkurang 4 poin alias 0,03% menjadi Rp15.183 per USD.

Awal perdagangan, mata uang NKRI di indeks Bloomberg, terdepresiasi 10 poin menjadi Rp15.189 berbanding penutupan Kamis di level Rp15.179 per USD. Jumat ini, rupiah diperdagangkan di kisaran Rp15.165-Rp15.193 per USD.

Idem, nilai tukar rupiah juga terpantau lemah di data Yahoo Finance. Jumat petang ini, rupiah melemah 20 poin atau 0,13% menjadi Rp15.180 per USD. Kamis kemarin, rupiah ditutup di Rp15.160. Hari ini, mata uang kita diperdagangkan di Rp15.155-Rp15.188 per USD.

Depresiasi rupiah terhadap dolar AS dipicu oleh kenaikan imbal hasil obligasi (treasury) Amerika Serikat. Imbal hasil treasury AS bertenor 10 tahun naik menjadi 3,19%, merupakan level tertinggi sejak Mei 2011, yang disebabkan data tenaga kerja swasta yang mencapai 230.000 orang, lebih tinggi dari perkiraan sebesar 185.000 orang.

Mengutip dari Reuters, kenaikan imbal hasil treasury ini mendorong indeks USD lebih tinggi 0,1% terhadap enam mata uang utama menjadi 95,833. Euro pun rontok 0,05% menjadi USD1,1507. Euro sudah melemah 0,8% terhadap dolar selama sebulan terakhir. Pound Inggris juga melemah 0,1% menjadi USD1,3010.

Dolar AS diperkirakan akan mendapat tenaga dari data tenaga kerja (non-farm payroll) bulan September yang akan diumumkan Jumat hari ini waktu Amerika. Data tersebut diprediksi lebih kuat dari perkiraan, dan kemungkinan menjadi sinyal bagi Federal Reserve untuk melanjutkan kenaikan suku bunga.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Pulang Merosot...
Rupiah Pulang Merosot ke Rp14.133 per USD
Rupiah Berpotensi Berbalik...
Rupiah Berpotensi Berbalik Menguat
Rupiah Diprediksi Melanjutkan...
Rupiah Diprediksi Melanjutkan Penguatan
Rupiah Diprediksi Kembali...
Rupiah Diprediksi Kembali Menguat
Akhir Pekan, Rupiah...
Akhir Pekan, Rupiah Diprediksi Tertekan
Rupiah Melanjutkan Pelemahan...
Rupiah Melanjutkan Pelemahan ke Rp13.980 per USD
Berita Terkini
IHSG Kembali ke Level...
IHSG Kembali ke Level 6 Ribuan usai Melesat 4,24%, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.749 Triliun
45 menit yang lalu
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
9 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
10 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
10 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
11 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
11 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved