Potensi Pembiayaan UMKM yang Belum Tersentuh Perbankan Rp1.000 t

Minggu, 07 Oktober 2018 - 18:01 WIB
Potensi Pembiayaan UMKM...
Potensi Pembiayaan UMKM yang Belum Tersentuh Perbankan Rp1.000 t
A A A
BANDUNG - Besarnya jumlah pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia ternyata belum seluruhnya didukung oleh pembiayaan dari sektor perbankan. Bahkan, diperkirakan ada potensi pembiayaan di sektor UMKM senilai Rp1.000 triliun yang belum tersentuh perbankan.

CEO & Co-Founder Akseleran Ivan Nikolas Tambunan mengatakan, kendati penetrasi perbankan di Indonesia sudah cukup besar, masih banyak pelaku usaha yang belum bisa mengakses kredit perbankan. Umumnya pelaku usaha tersebut adalah yang masuk kategori UMKM.

"Tidak semua UMKM mampu memenuhi semua persyaratan perbankan. Akibatnya, banyak pelaku usaha yang tidak bisa mengambil pinjaman ke bank. Padahal, potensinya cukup besar," kata Ivan, di Bandung Minggu (7/0/2018).

Kesenjangan itulah yang menurutnya kemudian dimanfaatkan oleh penyedia jasa keuangan peer to peer lending. Mereka memanfaatkan celah itu untuk menyalurkan pembiayaan secara cepat, dan memangkas banyaknya persyaratan pengajuan pembiayaan perbankan.

"Akseleran juga memanfaatkan peluang itu untuk menghimpun dana masyarakat dan menyalurkan kembali kepada pelaku usaha yang membutuhkan. Selama ini, debitur kami lebih banyak bergerak pada sektor oil and gas, konstruksi, ritel, industri kreatif dan lainnya," beber dia.

Kendati baru setahun, kata dia, Akseleran telah menyalurkan total pembiayaan sebesar Rp126 miliar melalui 278 pinjaman dengan jumlah peminjam sebanyak 31.000 nasabah. Hingga tutup tahun, Akseleran berharap dapat menyalurkan pembiayaan hingga Rp200 miliar.

Jawa Barat, kata dia, menjadi salah atau provinsi yang dibidik Akseleran. Kawasan ini dinilai memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Hingga tiga bulan ke depan, Akseleran berharap bisa menyalurkan pembiayaan hingga Rp3 miliar.

Akseleran, lanjut dia, telah menjalin kerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jabar. Kerja sama lebih banyak terkait pertukaran informasi terkait calon debitur dan investor. Dengan kerja sama itu, Akseleran bisa menyalurkan pembiayaan dengan platform lebih kecil.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
UMKM Perlu Perhatikan...
UMKM Perlu Perhatikan Risiko Pembiayaan Digital sebelum Ajukan Kredit
Fintech Pinjam Modal...
Fintech Pinjam Modal Salurkan Pembiayaan ke Shipper Ninja Xpress
CBI Raih Best Innovation...
CBI Raih Best Innovation in Data Driven Finance di BRAVO 500 Summit 2025
Menkop UKM Minta Akses...
Menkop UKM Minta Akses Kredit Modal Kerja untuk UMKM Dipermudah
Permudah Akses Pembiayaan,...
Permudah Akses Pembiayaan, bank bjb Kembangkan Pola Kemitraan bagi UMKM
Teten Mengeluhkan UMKM...
Teten Mengeluhkan UMKM Jadi Penyumbang Lapangan Kerja, Tapi Pembiayaan Pinjam Mertua
Berita Terkini
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
20 menit yang lalu
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
33 menit yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
55 menit yang lalu
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
1 jam yang lalu
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
1 jam yang lalu
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
2 jam yang lalu
Infografis
Profil Andi Saputra,...
Profil Andi Saputra, Hakim Ad Hoc Tipikor yang Sampaikan Dissenting Opinion Vonis Nadiem
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved